Wednesday, August 31, 2011

Lepas Rindu WNI di Mesir Saat Lebaran

Liputan6.com, Kairo: Warga negara Indonesia di Mesir yang sebagian besar mahasiswa, memanfaatkan Hari Raya Idulfitri sebagai arena kangen-kangenan atau melepas rindu. "Cukup mengobati kangen keluarga dengan menghadiri Lebaran bersama WNI di Mesir," kata Ketua Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Mesir, Abu Nashar Bukhari, Rabu (31/8).

Pernyataan senada diutarakan Ketua Mahasiswi Indonesia Wihdah-PPMI Wafiyyah Ahdiyah. "Suasana Lebaran bersama WNI di Mesir ini terasa seperti di Indonesia, meskipun tidak ada ketupat, tapi paling tidak ada masakan Indonesianya," kata Wafiyyah.

KBRI Kairo bekerja sama dengan PPMI melakukan salat Idulfitri di Masjid As Salam, Madinat Nasr, Kairo Timur dan dilanjutkan dengan halalbihalal di Wisma Duta KBRI Kairo. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salat Id bagi WNI ini dilakukan setelah warga Mesir melangsungkan salat Id di masjid yang sama.

Bagi mahasiswa yang ada di luar Kairo, disediakan jemputan atau diberi ganti biaya transportasi. Jumlah WNI di Mesir saat ini berkisar 5.000, sebagian besar mahasiswa di Universitas Al Azhar. Mereka tersebar di Kairo dan sejumlah kota provinsi, seperti Zakazik, Tanta, Mansurah dan Iskandariah.(ANT/JUM)

Idul fitri berarti kembali ke fitrah yang suci, kembali kepada lembaran yang bersih

Jakarta,Idul fitri berarti kembali ke fitrah yang suci, kembali kepada lembaran yang bersih. Semuanya dalam rangka meningkatkan takwa, membersihkan hati semata-mata hanyalah ibadah kepada Allah. Dinamakan hari raya bagi orang yang bertambah takwanya kepada Allah sebagai sarana hamlum minan nas.

Dalam konteks kebangsaan ini, Idul Fitri merupakan momentum tepat untuk membangun Indonesia ke depan yang lebih cerah dalama rangka membangun masyarakat yang damai dan sejahtara melalui ajaran Islam.

Pesan ini disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam khutbah Idul Fitri yang diselenggarakan di halaman kantor PWNU DKI Jakarta, Rabu (31/8).

“Puasa dan Idul Fitri sudah seharusnya dijadikan sebagai momentum untuk membangun gerakan kebangkitan bangsa ke depan, bukan sekedar ritual atau banalitas tahunan bagi umat Islam,” katanya.

Dijelaskannya, puasa dan Idul Fitri seyogyanya mampu melahirkan persepsi dan kesadaran yang benar terhadap persoalan bangsa yang sesungguhnya. Persoalan yang dihadapi saat ini bukan sekedara masalah ekonomi sebagimana sering diungkap oleh para pengamat ekonomi, tetapi lebih mendasar dan luas.

“Keadaan ekonomi yang kurang baik di tengah-tengah negeri yang subur sesungguhnya merupakan akibat dari lemahnya iman, spiritualitas, keterbatasan ilmu dan akhlak yang disandangnya,” jelasnya.

Pentingnya aspek-aspek ini untuk membangun peradaban terlihat dari ayat al Qur’an yang pada fase awal diterima oleh Rasulullah adalah menyangkut ilmu pengetahuan, yakni membaca atau iqra, larangan berbuat angkara murka dan sebaliknya, membangun akhlak yang mulia “Addinu khusnul khuluk, bahwa agama identik dengan budi pekerti,” imbuhnya.

Puasa, kata Kang Said, harus mampu membangun optimisme yang kuat terhadap kehidupan hari esok yang lebih baik. Ia melihat munculnya rasa pesimisme yang berlebihan terhadap keadaan negeri ini dengan sebutan bangsa yang terpuruk, carut-marut, yang berada pada titik nadhir dan istilah lain yang kurang sedap yang bisa menjadikan mental bangsa ini menjadi inferior, tidak percaya diri dan mengharap uluran pertolongan bangsa lain. “Bangsa Indonesia sesungguhnya tidak semalang itu,” paparnya.

Bangsa Indonesia, tambahnya, memiliki tanah kepulauan yang luas lagi subur, aneka tamang serta penduduk berjumlah besar yang seharusnya disyukuri dan dijadikan modal untuk membangun kemakmuran bersama.

“Kita harus bangkit dan mampu melahirkan sikap solidaritas sosial atau kemauan berjuang dan berkorban yang tinggi,” ujarnya.

Membangun bangsa ini tidak akan berhasil jika tidak terdapa orang-orang yang rela berjuang dan berkorban. Sejarah kemerdekaan Indonesia menunjukkan ini, termasuk perjuangan para ulama.

“Rasulullah tiak akan mampu mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat madani yang damai dan berperadaban jika tidak ditempuh melalui perjaungan dan pengorbanan yang berat,” tegasnya.

Selaras dengan dinamika tersebut, pemerintah sudah seharusnya memegang teguh prinsip memperjuangkan kemakmuran dan kemaslahatan rakyat. Dalam kaidah fikih, dikatakan “tasharrful imam ala ro’yi manuthun bil maslahah”, bahkan kebijakan pemerintah wajib ditaati selama kebijakan tersebut berpijak pada kbijakan yang memberikan kebaikan bagi banyak rakyat. Imam Syafii menggambarkan hubungan rakyat dan penguasa ibarat hubungan wali dengan anak yatim.

Kiai Said juga berpesan, puasa dan Idul Fitri seharusnya berhasil melahirkan suasana batin yang pandai bersyukur, ikhlas, tawakal dan istikomah. Disinilah pentingnya memahami dan meresapi kata-kata bahwa agama adalah nasehat.

Tuesday, August 30, 2011

2000 Warga Indonesi Sholat Idul Fitri Di Wisma Duta Indonesia Jalan Uthan





(Masyarakat Indonesia dari berbagai profesi usai sholat Idul Fitri 2011 diwisma Duta Indonesia Tanggal 30/8/2011 ,sambil menikmati santapan yang di sediakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur)

Salam

Allahu Akbar 3x syukur kita pada Allah Swt yang telah memberikan kenikmatan pada kita semua,akhirnya kita telah bisa melaksanakan sholat idul fitri,apa yang kita kerjakan ibadah berpuasa selama sebulan ,semoga kita menjadi fitra , ungkap khotib usai sholat idul fitri di wisma duta Indonesia tanggal 30/8/2011

Di tanah air tercinta belum lebaran kabarnya akan lebaran besok tanggal 31/8/2011.
Warga Indonesia dari berbagai profesi ramai yang datang mengikuti sholat idul fitri di wisma duta Indonesia hari ini,ianya dianggarkan 2000 warga yang hadir.

Para peserta sholat idul fitri toko masyarakat Indonesia,Pegawai kbri Kuala Lumpur,mahasiswa ,tki,pekrja profersionel ,para dosen Indonesia Dan Wartawan Indonesia di Malaysia.

Sesudah sholat idul fitri dan bacaan kutbah kedutaan Indonesia telah sediakan makanan dan minuman untuk di santap oleh warga yang datang ,ini sudah menjadi tradisi setiap lebaran.

Di bulan yang baik dan hari yang baik tidak ketinggalan masyarakat Indonesia usai mengikuti sholat idul Fitri bersalam-salam dengan Bapak Wakil Duta Besar dan istrinya.

Friday, August 26, 2011

Selamat Hari Raya Dari Epung Komalasa & Keluarga Untuk Pembaca Blog Epung Dan Tenaga Kerja Indonesia Di Manca Negara




Salam

Kepada Pembaca Blog Epung Yang budiman kami sekeluarga mengucapkan "SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 2011 MOHON MAAF ZAHIR DAN BATIN" bagi yang mudik berhati-hati jika membawa mobil atau sepada motor.

Semoga dalam perjalanan mudik lebara di berikan kesalamatan oleh Allah Swt,dan semoga bisa bersama keluarga di kampung dan dapat berlebaran bersama.

Bagi yang gak dapat mudik jangan lupakan orang tersayang di kampung ,teleponlah mereka itu katakan tidak dapat mudik agar keluarga di kampung juga mengetahuinya.

Khusus Teman-Teman TKI yang tidak bisa mudik bersabarnya insya Allah akan sampai gilirannya untuk mudik,katakan dg ibu dan bapak di kampung masih ada tugas dan tidak bisa mudik

Selamat Hari Raya Maaf Zahir Dan Batin

Dari Saiful Aiman & Keluarga
Ketua Aliansi Buruh Migran Jatim

Wednesday, August 24, 2011

Barokahnya 25 Romadan WNI Bandingnya di Kabulkan Di Pengadilan Rayuan Putra Jaya Bebas Murni

(Pak Husein Citorus keluar dari Pengadilan Rayuan Putrajaya setelah di bebaskan murni oleh majlis Hakim Yang Di Pimpin Datok Ramly Bin Haji Ali, hari ini 25/8/2011)


Putra Jaya : Pengadilan Rayuan Putra jaya membebaskan murni Warga Indonesia Husen Citorus 60 tahun asal Batu Bara Sumatra utara dari hukuman mati.

Majlis Hakim pengadilan Rayun Putra jaya Datok Ramly Ali bersama dua orang anggota majlis hakim yaitu, Datok Azhar Ma'ah dan Datok Syed Ahmad Helmy bin Ahmad membebaskan Husen Citorus dengan alasan bahwa terdakwa tidak mengetahui bahwa 8 karung adalah ganja dan juga bukan milikannya.

Sewaktu di pengadilan tinggi Husin di dakwa membawa 8 karung ganja seberat 147 kilo gram ,ganja 8 karung di temukan di dalam bot yang di bawah dari Tanjung Balai Asahan Indonesia.Husen ditangkap di Pelabuhan Utara Kelang Selangor oleh polisi maritim Malaysia pada 2004.Pada waktu itu Husen adalah kapten bot tersebut.

Pada 28/7/09 Husen di vonis hukuman mati oleh pengadilan tinggi Shah Alam yang bersidang di pengadilan dagang Kuala lumpur,Pengacara Husen ,Bastian Cha mengajukan banding ke pengadilan Rayuan Putra Jaya .

Dengan wajah yang tenang Husen setelah mendengar Ketua Majlis Hakim bacakan keputusan bebas murni,dia hanya bisa mengangkat tangan ucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Husen di rencanakan pulang ke Indonesia untuk lebaran di kampung halaman bersama keluargnya ,dia akan di dampingi Pemda Batu Bara yang juga datang ke Kuala Lumpur menghadiri sidang rayuan tersebut. Sebelum pulang kampung Husen akan tinggal di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk menunggu urusan dukumentasinya.

Do’a, Bacaan Al-Qur’an, Shadaqoh & Tahlil untuk Orang Mati

Sumber Nu.online

Apakah do’a, bacaan Al-Qur’an, tahlil dan shadaqoh itu pahalanya akan sampai kepada orang mati? Dalam hal ini ada segolongan yang yang berkata bahwa do’a, bacaan Al-Qur’an, tahlil dan shadaqoh tidak sampai pahalanya kepada orang mati dengan alasan dalilnya, sebagai berikut:

وَاَنْ لَيْسَ لِلْلاِءنْسنِ اِلاَّ مَاسَعَى

“Dan tidaklah bagi seseorang kecuali apa yang telah dia kerjakan”. (QS An-Najm 53: 39)

Juga hadits Nabi MUhammad SAW:

اِذَامَاتَ ابْنُ ادَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ

“Apakah anak Adam mati, putuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga perkara; shadaqoh jariyah, ilmu yang dimanfa’atkan, dan anak yang sholeh yang mendo’akan dia.”

Mereka sepertinya, hanya secara letterlezk (harfiyah) memahami kedua dalil di atas, tanpa menghubungkan dengan dalil-dalil lain. Sehingga kesimpulan yang mereka ambil, do’a, bacaan Al-Qur’an, shadaqoh dan tahlil tidak berguna bagi orang mati. Pemahaman itu bertentangan dengan banyak ayat dan hadits Rasulullah SAW beberapa di antaranya :

وَالَّذِيْنَ جَاءُوْامِنْ بَعْدِ هِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَااغْفِرْلَنَا وَلاِءخْوَنِنَاالَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلاِءْيمن

“Dan orang-orang yang datang setelah mereka, berkata: Yaa Tuhan kami, ampunilah kami dan ampunilah saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan beriman.” (QS Al-Hasyr 59: 10)

Dalam hal ini hubungan orang mu’min dengan orang mu’min tidak putus dari Dunia sampai Akherat.

وَاسْتَغْفِرْلِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنتِ

“Dan mintalah engkau ampun (Muhammad) untuk dosamu dan dosa-dosa mu’min laki dan perempuan.” (QS Muhammad 47: 19)

سَأَلَ رَجُلٌ النَّبِىَّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَارَسُوْلَ اللهِ اِنَّ اُمِى مَاتَتْ افَيَنْفَعُهَا اِنْ تَصَدَّقْتَ عَنْهَا ؟ قَالَ نَعَمْ

“Bertanya seorang laki-laki kepada Nabi SAW; Ya Rasulullah sesungguhnya ibu saya telah mati, apakah berguna bagi saya, seandainya saua bersedekah untuknya? Rasulullah menjawab; yaa berguna untuk ibumu.” (HR Abu Dawud).

Dan masih banyak pula dalil-dalil yang memperkuat bahwa orang mati masih mendapat manfa’at do’a perbuatan orang lain. Ayat ke 39 Surat An-Najm di atas juga dapat diambil maksud, bahwa secara umum yang menjadi hak seseorang adalah apa yang ia kerjakan, sehingga seseorang tidak menyandarkan kepada perbuatan orang, tetapi tidak berarti menghilangkan perbuatan seseorang untuk orang lain.

Di dalam Tafsir ath-Thobari jilid 9 juz 27 dijelaskan bahwa ayat tersebut diturunkan tatkala Walid ibnu Mughirah masuk Islam diejek oleh orang musyrik, dan orang musyrik tadi berkata; “Kalau engkau kembali kepada agama kami dan memberi uang kepada kami, kami yang menanggung siksaanmu di akherat”.

Maka Allah SWT menurunkan ayat di atas yang menunjukan bahwa seseorang tidak bisa menanggung dosa orang lain, bagi seseorang apa yang telah dikerjakan, bukan berarti menghilangkan pekerjaan seseorang untuk orang lain, seperti do’a kepada orang mati dan lain-lainnya.

Dalam Tafsir ath-Thobari juga dijelaskan, dari sahabat ibnu Abbas; bahwa ayat tersebut telah di-mansukh atau digantikan hukumnya:

عَنِ ابْنِى عَبَّاسٍ: قَوْلُهُ تَعَالى وَأَنْ لَيْسَ لِلاِءنْسنِ اِلاَّ مَا سَعَى فَأَنْزَلَ اللهُ بَعْدَ هذَا: وَالَّذِيْنَ أَمَنُوْاوَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِيَتُهُمْ بِاِءْيمنٍ أَلْحَقْنَابِهِمْ ذُرِيَتَهُمْ فَأَدْخَلَ اللهُ الأَبْنَاءَ بِصَلاَحِ اْلابَاءِاْلجَنَّةَ

“Dari sahabat Ibnu Abbas dalam firman Allah SWT Tidaklah bagi seseorang kecuali apa yang telah dikerjakan, kemudian Allah menurunkan ayat surat At-Thuur; 21. “dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami pertemukan anak cucu mereka dengan mereka, maka Allah memasukkan anak kecil ke surga karena kebaikan orang tua.”

Syaekhul Islam Al-Imam Ibnu Taimiyah dalam Kitab Majmu’ Fatawa jilid 24, berkata: “Orang yang berkata bahwa do’a tidak sampai kepada orang mati dan perbuatan baik, pahalanya tidak sampai kepada orang mati,” mereka itu ahli bid’ah, sebab para ulama’ telah sepakat bahwa mayyit mendapat manfa’at dari do’a dan amal shaleh orang yang hidup.

KH Nuril Huda
Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)

Dua WNI Lolos dari Hukuman Seumur Hidup

Kuala Lumpur - Dua warga negara Indonesia Gatot Prasetyo, 26 tahun, dan Rotab Muhamad, 23 tahun, lolos dari hukuman penjara seumur hidup.

Dalam sidang yang digelar di Mahkamah Sesyen Shah Alam, Rabu, 24 Agustus 2011, hakim tunggal Aslam bin Zainuddin menilai jaksa penuntut umum tidak bisa membuktikan tuduhannya dengan kukuh.

Sebelumnya, Jaksa Faten Hadni menjerat Gatot dan Rotab, dua warga asal Banyuwangi, Jawa Timur, dengan pasal 4 Undang-Undang Pidana Malaysia tentang kepemilikan senjata api. Jika terbukti, terdakwa dapat divonis penjara seumur hidup.

Bersama dua orang temannya, Gatot dan Rotab didakwa telah melakukan pencurian dengan menggunakan senjata api di Jalan Aquatik Nomor 6 13/66, Seksyen 13, Shah Alam pada 9 September 2008.

Namun demikian, hakim mengubah pasal yang dituduhkan kepada kedua WNI tersebut dengan pasal 395 tentang perampokan dengan kekerasan dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Monday, August 22, 2011

Warga Kebun Jeruk Jakarta Selatan Di vonis hukuman Gantung

Alor Setar: Nurjanah, 33 tahun, Warga Negara Indonesia di vonis hukuman gantung terbukti bersalah atas kepemilikan sabu yang dibawa masuk ke Malaysia.

Perempuan asal Jakarta Selatan tersebut diketahui membawa sabu jenis metafetamin seberat 265,5 gram oleh petugas bia cukai Bukit Kayu Hitam, Kedah pada 11 Mei tahun lalu. Nurjanah yang sedang dalam perjalanan dari Kamboja tak berbuat banyak, saat petugas menggeledah isi tasnya. Ia dicurigai setelah diperiksa dengan sinar X-ray.

Vonis mati di bacakan oleh Hakim tunggal Datok Azman bin Hussin pada 22/8/2011,Atas perbuatannya, Nurjanah, yang divonis mengidap HIV positif, diancam pasal 39 B (1) akta dadah (narkoba) berbahaya dengan ancaman hukuman gantung. Dalam sidang tersebut, Nurjanah didampingi pengacara probono.

Selama persidangan di gelar wakil Konjen Pulau Pinang juga hadir.

Sidang Itsbat Penetapan 1 Syawal, Senin 29 Agustus

Jakarta (Pinmas)--Pemerintah akan menggelar sidang itsbat penetapan 1 Syawal 1432 H pada Senin, 29 Agustus 2011 mendatang. Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kementerian Agama Muhyiddin mengatakan, sidang dilakukan sesuai ketetapan yang berlaku dalam syariat, yaitu penetapan awal bulan, terutama Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah oleh pemerintah.

"Tapi, pemerintah tak bisa memaksakan hasil keputusan sidang itu kepada masyarakat," kata Muhyiddin di Jakarta, Ahad (21/8). Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada 30 Agustus 2011. Pemerintah, kata dia, hanya mengimbau agar masyarakat menyikapi perbedaan dengan arif, termasuk jika ada perbedaan dalam perayaan Idul Fitri.

Sidang itsbat melibatkan sejumlah pakar hisab rukyat dan instansi yang tergabung dalam Badan Hisab Rukyat (BHR). Di antaranya, Observatorium Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal). Di samping itu, ada 12 titik pengamatan hilal dalam penentuan 1 Syawal.

Titik-titik itu, di antaranya adalah Observatorium Hilal Lhok Nga, Aceh; Pekan Baru, Riau; Menara Timur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung; Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung, Jawa Barat; Pos Observasi Bulan (POB) Bukit Bela-belu, Bantul, Yogyakarta; Mataram, Nusa Tenggara Barat; SPD LAPAN, Biak, Papua; Makassar, Sulawesi Selatan; Samarinda, Kalimantan Timur; Nusa Tenggara Barat; Pantai Gebang, Madura; SPD LAPAN Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.

Secara terpisah, peneliti senior Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan, perayaan 1 Syawal 1432 H berpotensi mengalami perbedaan. Ini dipicu oleh penggunaan kriteria hilal yang barbeda sebagai acuan penetapan awal Syawal. Bagi mereka yang menggunakan kriteria wujudul hilal dipastikan Idul Fitri jatuh pada 30 Agustus 2011.

Kalangan yang memakai kriteria visibilitas hilal (imkan rukyat), besar kemungkinan berhari raya pada 31 Agustus 2011. Sebab, ketinggian bulan pada 29 Agustus kurang dari dua derajat sehingga tak memungkinkan hilal terlihat dengan mata telanjang. Sementara, batas bulan menurut kriteria tersebut mesti berada di atas dua derajat. "Jadi, berpotensi berbeda," katanya.

Perbedaan itu, kata Thomas, tidak mustahil akan terulang di masa mendatang selama tidak ada kesepakatan tentang kriteria itu. Ia mengusulkan penyamaan sistem kalender Hijriah. Diperlukan tiga syarat utama untuk mewujudkannya. Indonesia sudah memenuhi dua syarat, yaitu batas wilayah dan otoritas tunggal, dalam hal ini menteri agama. Tetapi, Indonesia belum memiliki kesamaan kriteria.

Penyamaan kriteria itu, menurutnya, bisa mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam astronomi. Ia mengusulkan kriteria hisab rukyat Indonesia. Kriteria itu yaitu jarak sudut pandang bulan-matahari lebih dari 6,4 derajat dan beda tinggi bulan-matahari lebih dari empat derajat. Upaya penyatuan tersebut tengah ditempuh oleh pemerintah. "Saya yakin itu akan terealisasi." (rep/nashih)

Saturday, August 20, 2011

program pemutihan hingga 31 Agustus : Berita Baik Untuk Para TKI Elegal Yang Belum Daftar

Salam

Kesempatan yang baik ini mohon diambil perduli oleh para tki elegal yang belum mendaftar.Ini adalah kesempatan yang baik bagi tki Elegal yang ada di kebun-kebun yang mungkin belum mendaftar,daftrlah untuk ke baikan semua.Ikutilah aturan hukum yanag ada,jangan sampai sesudah ini jadi tki elegal lagi....jadilah tki legal agar nyaman untuk kerja.

Berita Terkait

Kuala Lumpur - Kementerian Dalam Negeri Malaysia memperpanjang masa pendaftaran pekerja asing dalam program amnesti dan legalisasi (6P) hingga 31 Agustus, dari tenggat semula pada 21 Agustus.

Sekretaris Jendral Kementerian Dalam Negeri Tan Sri Mahmood Adam mengatakan keputusan tersebut diambil karena tingginya animo pekerja asing, majikan, maupun pekerja ilegal untuk mengikuti program yang dimulai pada 1 Agustus ini, baik di kantor-kantor imigrasi maupun agen yang ditunjuk Pemerintah.

Mahmood seperti dikutip Bernama, Sabtu, mengatakan jika Pemerintah tidak memperpanjang masa pendaftaran, akan banyak pekerja asing yang kehilangan kesempatan untuk mendaftarkan diri, dan hal itu akan merusak tujuan program tersebut.

"Kami juga mempertimbangkan inisiatif yang diambil para majikan untuk keluar dari perkebunan yang umumnya berada di daerah terpencil, untuk mendaftarkan pekerja mereka yang menolak pergi sendiri," katanya.

Dengan perpanjangan masa pendaftaran ini, para majikan diimbau mengambil kesempatan ini untuk mendaftarkan pekerjanya paling lambat hingga 31 Agustus karena tidak akan ada perpanjangan lagi nantinya, katanya.

Dia juga mendesak otoritas pemerintah dan semua tokoh masyarakat hingga desa-desa untuk mencari cara terbaik dalam menyebarkan informasi mengenai program 6P serta proses legalisasi yang akan dimulai pertengahan September mendatang.

Program pendaftaran pekerja ilegal ini sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 14 Agustus, namun kemudian diperpanjang hingga 21 Agustus. Tenggat waktu pendaftaran pekerja asing ini kemudian diundur lagi hingga 31 Agustus.

Sebelumnya, Pemerintah Malaysia mengapresiasi dukungan Pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan program pendaftaran dan pemutihan pekerja asing di negara tersebut dan akan terus menjalin kerja sama erat dengan mereka.

Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Hussein mengatakan pekerja ilegal yang terdaftar sebagian besar berasal dari Indonesia yaitu sebanyak 551.268 orang, disusul Bangladesh 241.538 orang.R

"Ini artinya kerja sama kami dengan Pemerintah Indonesia dan Bangladesh berjalan dengan baik. Saya berterima kasih kepada perwakilan kedua negara tersebut dan akan terus menjalin kerja sama erat dengan mereka," kata Hishammuddin.

Hingga Kamis (18/8), sebanyak 2.040.709 pekerja asing, baik legal maupun ilegal, telah terdaftar dalam program yang juga disebut dengan program 6P tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 936.732 orang adalah pekerja legal dan 1.103.977 orang pekerja ilegal.

"Ini jumlah yang tak disangka untuk pendaftaran karena setelah ini kami masih harus melaksanakan proses legalisasi, amnesti, supervisi dan penegakan hukum. Karena itu saya minta bagi mereka yang belum mendaftar agar segera mendaftarkan diri," katanya.

Perbanyak istigfar Zikrullah Tasbi Selawat di Malam Lailatul Qadar

Amalan-amalan yang diamalkan pada malamnya: Mulai jam 12.00 tengah malam:

1. Sembahyang sunat wudhuk.

2. Sembahyang sunat hajat berdoa minta dipertemukan Allah dengan malam Lailatul Qadar.

3. Membaca al-Quran.

4. Istighfar:1000 x

5. Zikrullah:1000 x

6. Bertasbih:1000 x

7. Selawat:1000 x

8. Sembahyang sunat tahajjud.

9. Sembahyang sunat tasbih.

Orang yang bertemu dengan Lailatul Qadar akan terus dingin badannya kerana dihampiri oleh para malaikat (sebentar sahaja).

Rasulullah s.a.w telah bersabda yang bermaksud: "Barangsiapa beribadat sesaat pada malam Qadar, kira-kira selama seorang penggembala memerah susu kambingnya, maka adalah lebih disukai Allah daripada berpuasa setahun penuh. Demi Allah yang telah mengutus daku dengan hak menjadi nabi, sesungguhnya membaca satu ayat dari al-Quran pada malam Qadar adalah lebih disukai Allah daripada mengkhatamkannya pada malam-malam yang lain."

Dari Aisyah r.a bahawa dia mengatakan, aku bertanya: "Ya Rasulullah, kalau aku bertepatan dengan malam Qadar, maka apakah yang patut aku baca? Jawab Rasulullah s.a.w.: Ucapkanlah:

Ertinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Tuhan Yang Maha Pemaaf lagi Pemurah, yang suka memberi kemaafan, maka maafkanlah aku."

Friday, August 19, 2011

Menantikan Malam Lailatul Qadar

At Tauhid edisi V/37

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Keutamaan Lailatul Qadar


Pertama, lailatul qadar adalah malam yang penuh keberkahan (bertambahnya kebaikan). Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar: 1). Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya (yang artinya), “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar: 3-5). Sebagaimana kata Abu Hurairah, malaikat akan turun pada malam lailatul qadar dengan jumlah tak terhingga. Malaikat akan turun membawa kebaikan dan keberkahan sampai terbitnya waktu fajar. (Zaadul Maysir, 6/179)

Kedua, lailatul qadar lebih baik dari 1000 bulan. An Nakho’i mengatakan, “Amalan di lailatul qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan.” Mujahid dan Qotadah berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah shalat dan amalan pada lailatul qadar lebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat lailatul qadar.

Ketiga, menghidupkan malam lailatul qadar dengan shalat akan mendapatkan pengampunan dosa. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?

Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)

Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2017)

Lalu kapan tanggal pasti lailatul qadar terjadi? Ibnu Hajar Al Asqolani telah menyebutkan empat puluhan pendapat ulama dalam masalah ini. Namun pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada sebagaimana dikatakan oleh beliau adalah lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun (Fathul Baari, 6/306, Mawqi’ Al Islam Asy Syamilah). Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh atau mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh lima, itu semua tergantung kehendak dan hikmah Allah Ta’ala. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari no. 2021)

Para ulama mengatakan bahwa hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan tanggal pasti terjadinya lailatul qadar adalah agar orang bersemangat untuk mencarinya. Hal ini berbeda jika lailatul qadar sudah ditentukan tanggal pastinya, justru nanti malah orang-orang akan bermalas-malasan.

Do’a di Malam Lailatul Qadar

Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh suri tauladan kita –Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam- sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah. Beliau radhiyallahu ‘anha berkata, ”Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab, ”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Adapun tambahan kata “kariim” setelah “Allahumma innaka ‘afuwwun …” tidak terdapat satu dalam manuskrip pun. Lihat Tarooju’at no. 25)

Tanda Malam Lailatul Qadar

Pertama, udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh/terpercaya)

Kedua, malaikat turun dengan membawa ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.

Ketiga, manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.

Keempat, matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim no. 1174)

Bagaimana Seorang Muslim Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?

Lailatul qadar adalah malam yang penuh berkah. Barangsiapa yang terluput dari lailatul qadar, maka dia telah terluput dari seluruh kebaikan. Sungguh merugi seseorang yang luput dari malam tersebut. Seharusnya setiap muslim mengecamkan baik-baik sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Di bulan Ramadhan ini terdapat lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa diharamkan dari memperoleh kebaikan di dalamnya, maka dia akan luput dari seluruh kebaikan.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang muslim lebih giat beribadah ketika itu dengan dasar iman dan tamak akan pahala melimpah di sisi Allah. Seharusnya dia dapat mencontoh Nabinya yang giat ibadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. ‘Aisyah menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim no. 1175)

Seharusnya setiap muslim dapat memperbanyak ibadahnya ketika itu, menjauhi istri-istrinya dari berjima’ dan membangunkan keluarga untuk melakukan ketaatan pada malam tersebut. ‘Aisyah mengatakan, “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)

Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Aku sangat senang jika memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk bertahajud di malam hari dan giat ibadah pada malam-malam tersebut.” Sufyan pun mengajak keluarga dan anak-anaknya untuk melaksana kan shalat jika mereka mampu. (Latho-if Al Ma’arif, hal. 331)

Adapun yang dimaksudkan dengan menghidupkan malam lailatul qadar adalah menghidupkan mayoritas malam dengan ibadah dan bukan seluruh malam. Pendapat ini dipilih oleh sebagian ulama Syafi’iyah. Menghidupkan malam lailatul qadar pun bukan hanya dengan shalat, bisa pula dengan dzikir dan tilawah Al Qur’an (Lihat ‘Aunul Ma’bud, 3/313, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah). Namun amalan shalat lebih utama dari amalan lainnya di malam lailatul qadar berdasarkan hadits, “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Bagaimana Wanita Haidh Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?

Juwaibir pernah mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh Dhohak, “Bagaimana pendapatmu dengan wanita nifas, haidh, musafir dan orang yang tidur (namun hatinya dalam keadaan berdzikir), apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?” Adh Dhohak pun menjawab, “Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Siapa saja yang Allah terima amalannya, dia akan mendapatkan bagian malam tersebut.” (Latho-if Al Ma’arif, hal. 331)

Dari riwayat ini menunjukkan bahwa wanita haidh, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar. Namun karena wanita haidh dan nifas tidak boleh melaksanakan shalat ketika kondisi seperti itu, maka dia boleh melakukan amalan ketaatan lainnya. Yang dapat wanita haidh lakukan ketika itu adalah: (1) Membaca Al Qur’an tanpa menyentuh mushaf, (2) Berdzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (laa ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah) dan dzikir lainnya, (3) Memperbanyak istighfar, dan (4) Memperbanyak do’a. (Lihat pembahasan di “Al Islam Su-al wa Jawab” pada link http://www.islam-qa.com/ar/ref/26753)

Beri’tikaf Demi Menanti Lailatul Qadar

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau. Inilah penuturan ‘Aisyah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dengan tujuan untuk mendapatkan malam lailatul qadar, untuk menghilangkan dari segala kesibukan dunia, sehingga mudah bermunajat dengan Rabbnya, banyak berdo’a dan banyak berdzikir ketika itu. (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim 1172)

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin beri’tikaf.

Pertama, i’tikaf harus dilakukan di masjid dan boleh di masjid mana saja. I’tikaf disyari’atkan dilaksanakan di masjid berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid” (QS. Al Baqarah: 187). Demikian juga dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu juga istri-istri beliau melakukannya di masjid, dan tidak pernah di rumah sama sekali.

Menurut mayoritas ulama, i’tikaf disyari’atkan di semua masjid karena keumuman firman Allah di atas (yang artinya) “Sedang kamu beri’tikaf dalam masjid”. Adapun hadits marfu’ dari Hudzaifah yang mengatakan, ”Tidak ada i’tikaf kecuali pada tiga masjid yaitu masjidil harom, masjid nabawi dan masjidil aqsho”. Perlu diketahui, hadits ini masih dipersilisihkan statusnya, apakah marfu’ (sabda Nabi) atau mauquf (perkataan sahabat).

Kedua, wanita juga boleh beri’tikaf sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan istri beliau untuk beri’tikaf. Namun wanita boleh beri’tikaf di sini harus memenuhi 2 syarat: (1) Diizinkan oleh suami dan (2) Tidak menimbulkan fitnah (masalah bagi laki-laki).

Ketiga, yang membatalkan i’tikaf adalah: (1) Keluar masjid tanpa alasan syar’i atau tanpa ada kebutuhan yang mubah yang mendesak (misalnya untuk mencari makan, mandi junub, yang hanya bisa dilakukan di luar masjid), (2) Jima’ (bersetubuh) dengan istri berdasarkan Surat Al Baqarah: 187 di atas.

Keempat, hal-hal yang dibolehkan ketika beri’tikaf di antaranya: (1) Keluar masjid disebabkan ada hajat seperti keluar untuk makan, minum, dan hajat lain yang tidak bisa dilakukan di dalam masjid, (2) Melakukan hal-hal mubah seperti bercakap-cakap dengan orang lain, (3) Istri mengunjungi suami yang beri’tikaf dan berdua-duaan dengannya, (4) Mandi dan berwudhu di masjid, dan (5) Membawa kasur untuk tidur di masjid.

Kelima, jika ingin beri’tikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, maka seorang yang beri’tikaf mulai memasuki masjid setelah shalat Shubuh pada hari ke-21 (sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) dan keluar setelah shalat shubuh pada hari ‘Idul Fithri menuju lapangan.

Keenam, hendaknya ketika beri’tikaf, sibukkanlah diri dengan melakukan ketaatan seperti berdo’a, dzikir, bershalawat pada Nabi, mengkaji Al Qur’an dan mengkaji hadits. Dan dimakruhkan menyibukkan diri dengan perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat. (pembahasan i’tikaf ini disarikan dari Shahih Fiqih Sunnah, 2/150-158)

Semoga Allah memudahkan kita menghidupkan hari-hari terakhir di bulan Ramadhan dengan amalan ketaatan. Hanya Allah-lah yang memberi taufik. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Thursday, August 18, 2011

Warga Bawean Dan Tki Tidak Pernah Melupakan Insan Yang Di Cintai Di Tanah Air

Salam

TKI

Lagi berapa hari ummat Islam akan merayakan hari kemenangan yaitu hari raya idul fitri,bagi teman-teman pekerja Indonesia yang bekerja di Malaysia juga begitu.Jika mereka tdk mudik selalunya akan lebaran di Malaysia.Kdang-kadang kangen dengan keluarga di kampung akan terobati jika ketemu sesama warga indonesia..

Dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawab dengan keluarga mereka tidak pernah melupaka keluarganya yang di kampung,selalunya waktu lebaran akan tiba akan kirim uang kepada keluarga di kampung.

Warga Bawean Di Rantau

Juga tidak ketinggalan bagi warga Bawean ,selalunya jika tidak dapat mudik mereka juga akan kirim uang kepada keluarganya.Kebanyakan warga Bawean yang ada di Malaysia sudah bertahun-tahun bekerja di Negara Malaysia.

Setiap lebaran tiba mereka tidak ketinggalan menyiapkan apa-apa yang di anggap perluh.Terutama para ibu-ibu akan sibuk di dapur dengan membuat kue-kue untuk persiapan lebaran.

Pada kebiasaanya warga Bawean akan mempersiapkan lontong,ketupat,rendang,ayam goreng dan juga macam-macam lagi,tidak banyak bedanya dengan orang tempatan ,budaya orang tempatan dengan orang Bawean tidak banyak bedanya.

Dalam pantuan saya , beberapa hari ini kelihatan para masyarakat Bawean sudah mulai sibuk untuk buat kue lebaran,maklumlah takut saudara-saudaranya datang berlebaran.

Pada kebiasaanya warga Bawean setelah solat idul fitri akan berkunjung kerumah saudara dan tetangga,budaya ini tetap tertanam di jiwa setiap werga Bawean,meskipun jauh di sudut sana di rantau orang.

Sebelum lebaran tiba perlu kita ketahui bahwa ada hari-hari yang di katakan lekoran katanya orang jawa ,yaitu hari-hari ganjil dimana di hari 10 terkhir romhdan ada malam istimewa yaitu malam Lailatur Qoder.

jangan kita terlalu memikirkan lebaran tapi yang terpenting bagai mana kita ingin meningkatkan ibada kita kepad Allah SWT.Memperbanyak amalan-amalan malam pada sepuluh terakhir bulan yang mulia ini.

Perbanyak sholat sunnat tahajjud,sholat hajat dan sholat sunnat tasbi,juga minta ampunan dari Allah SWT agar dosa kita di ampunih oleh Allah.

Semoga kita semua di jadikan ummat sebaik-baiknya oleh Allah..Amin



Mahfud MD Terpilih Pimpin MK Lagi



Jakarta (beritajatim.com) - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mohammad Mahfud MD terpilih menjadi Ketua MK yang baru untuk periode 2011-2014.

Dari sembilan suara, Mahfud MD memperoleh lima suara, Haryono mendapatkan dua suara, Hamdam Zoelva memperoleh satu suara dan abstain sebanyak satu suara.

"Pemilihan secara damai dan terpilih. Mudah-mudahan ketua terpilih nanti dapat menjadi kepercayaan masyarakat seperti yang disampaikan hakim," kata pimpinan rapat Mahfud MD, di Gedung MK, Jakarta, Kamis (18/8/2011).

Dengan demikian, untuk pelantikan ketua MK terpilih akan dilaksanakan pekan depan. "Sidang pleno tanggal 22 Agustus 2011 sekaligus sumpah jabatan," jelas Mahfud sembari menutup persidangan.

Mahfud MD merupakan ketua MK periode 2009-2011. Pada pemilihan ketua MK periode itu Mahfud mengalahkan Jimly Asshiddiqie.

Sementara itu, Mahfud MD menyatakan, tidak memiliki target jangka pendek dan target jangka panjang.

"Tidak ada (target). Di MK tidak ada target-target. Pokoknya perkara ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata Mahfud.

Mahfud menyatakan, pihaknya akan terus memperjuangkan keadilan serta indepensi institusi tersebut. "Yang penting tadi indenpendensi dan keberanian untuk membuat keputusan, di mana kalau perlu direkam banyak orang agar dapat dirasakan manfaatnya oleh bangsa dan negara," jelas Mahfud. [mvi

Wednesday, August 17, 2011

Masyarakat Indonesia Di Malaysia Ikut Upacara Bendera Di Wisma Duta Kuala Lumpur


(Sang Merah Putih Sedang Di Naikkan oleh Murid-murid Sekolah Indonesia)

(Bapak Wakil Duta Besar Sedang Di Wawancara Oleh Para wartawan usai upacara,beliau sebagai Insepektor Upacara )

(Tki sedang di wawancara oleh tv3 Malaysia )

(Semangat merdeka..meskipun di rantau akan tetap ngikuti upacara Kemerdekaan Ri yg ke 66 tahun....patriotik yang tinggi asas pondasi rakyat pertahankan kemerdekaan)

(Murid-murid Sekolah Indonesia )

(Salah Seorang Pengurus Permai hadir di acara Hut ke 66 berfoto bersama tki )

(Atase Tenaga Kerja Bapak Agus Berfoto Bersama Para TKI Yang Ikut Upacara Bendera,tki yang bekerja Pabrik )


(Bapak wakil Duta Besar Ri Untuk Malaysia Bersama Ibu, berfoto bersama pelajar-pelajar Sekolah Indonesia Usai Upacara Bendera HUT Indonesia Yang Ke 66 Di Wisma Indonesia Jalan Uthan Kuala Lumpur)

Salam

Meskipun bulan Romadhan para warga Indonesia tidak ketinggalan mengikuti upacara bendera di wisma Duta Indonesia.

Kelihatan suasana yang akrab sesama warga Indonesia,baik dari pejabat pemerintah,tokoh masyarakat Indonesia,para mahasiswa dan para murid-murid sekolah Indonesia.

Upacara bendera bermula jam 8.30 pagi ,selesai jam 10.30 pagi,wakil Duta Besar sebagai Inspektor upacara.

Upacara bendera tahun ini tidak begitu banyak kegiatan yang di adakan karena bulan Romadhan,selalunya akan ada artis yang di undang oleh penitia .Sedangkan kegiatan pada jam 5 sore akan di adakan upacara penurunan bendera dan buka bersama.

Dari pantauan dilokasi acara, terlihat sejumlah paguyuban warga Indonesia dari Banyuwangi, Bawean, Madura, para mahasiswa, pelajar sekolah, pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (ITA/ Indonesian Trade Association) di Malaysia, perwakilan Badan Usaha Milik Negara dan lainnya dengan khidmat mengikuti rangkaian acara perayaaan kemerdekaan RI ini.

Para hadirin tersebut dengan semangat secara bersama-sama menyanyikan lagu "Indonesia Raya" saat lagu tersebut dikumandangkan untuk mengiringi pengibaran bendera Merah Putih.

Ada sejumlah WNI mengaku tetap lancar menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sejumlah lagu-lagu pejuangan meskipun sudah berpuluh tahun menetap di negara ini.

"Merdeka, Merdeka, Merdeka," demikian pekik seorang WNI yang mengaku sudah lebih 20 tahun di negara ini tapi tetap mencintai Indonesia dan tetap menjadi WNI.

Tuesday, August 16, 2011

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka peringatan HUT ke-66 RI pada Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung DPR, J

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan ekonomi global dilingkupi ketidakpastian, yang ditandai kontraksi harga komoditas dunia dan cuaca ekstrem.

Di tengah kondisi seperti itu, pemerintah berjanji menempatkan pengendalian harga-harga sebagai prioritas utama, dalam menjaga stabilitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Hal itu menjadi salah satu penegasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam Pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2012 Beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Selasa (16/8/2011).

"Pada tahun 2010 lalu, laju inflasi mencapai 6,96 persen, sementara hingga bulan Juli tahun ini, inflasi kita —secara tahunan— mencapai 4,61 persen. Oleh karena itu, pemerintah telah dan akan senantiasa menempatkan pengendalian harga-harga sebagai prioritas utama, dalam menjaga stabilitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat," kata Presiden Yudhoyono.

Di tengah perkembangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian itu, pemerintah yakin ekonomi tahun ini diperkirakan tumbuh 6,5 persen. Pertumbuhan itu merupakan yang tertinggi setelah krisis 1998, didukung oleh investasi, ekspor, dan konsumsi masyarakat. Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi akan digerakkan oleh sektor industri pengolahan; sektor pertanian; dan sektor pertambangan.

11 prioritas nasional ditetapkan pemerita


Jakarta (ANTARA News) - Implementasi program pembangunan jangka menengah diterjemahkan pemerintah dengan penetapkan 11 program nasional dalam RAPBN 2012, sebagaimana dikatakan Presiden Susilo B Yudhoyono dalam pidato pengantar nota keuangan pemerintah di depan Sidang Paripurna DPR/DPD, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa.
Sidang dengan agenda mendengar kebijakan keuangan pemerintah dan belanja negara itu merupakan agenda tahunan sehari menjelang hari peringatan kemerdekaan Indonesia. Ketua DPR, Marzuki Alie, memimpin sidang yang dihadiri segenap anggota DPR, DPD dan ketuanya, serta unsur-unsur pimpinan lain negara.
Ke-11 bidang prioritas nasional itu, kata Yudhoyono, dimulai dari reformasi birokrasi dan tata kelola, pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, infrastruktur, iklim investasi dan iklim usaha, energi, lingkungan hidup dan pengelolaan bencana, daerah tertinggal, terdepan, dan pasca konflik, serta kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi.
Dalam pidato itu, Kepala Pemerintahan menyampaikan sejumlah asumsi anggaran belanja negara. Dalam RAPBN 2012 itu, pendapatan dan hibah sebanyak Rp1.292,9 triliun yang naik hingga 10,5 persen ketimbang anggaran pada 2010. Sedangkan belanja negara dicadangkan 1.418,5 triliun yang berarti naik sebanyak Rp97,7 triliun ketimbang tahun lalu.
Sejumlah asumsi diajukan pemerintah, yaitu pertumbuhan ekonomi 6,7 persen setahun (sekarang 6,5 persen), laju inflasi 5,3 persen, suku bunga Surat Perbendaharaan Negara tiga bulan 6,5 persen, nilai tukar rupiah Rp8.800 per dolar Amerika Serikat, harga minyak mentah 90 dollar Amerika Serikat per barel, dan besaran produksi minyak mentah 950.000 barel perhari.
Sejalan dengan 11 prioritas nasional itu, maka pada sektor perhubungan pemerintah akan membangun jaringan baru rel kereta api sejauh 150 kilometer, mengembangkan dan merehabilitasi 116 bandar udara serta membangun 14 bandar udara yang sama sekali baru. "Kita ingin menyeimbangkan pembangunan infrastruktur yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia," kata Yudhoyono.
Masih di sektor perhubungan pembangunan jalan baru dan peningkatan jalan kapasitas ditetapkan sejauh 4.005 kilometer, pemeliharaan dan perbaikan 36.316 kilometer jalan di seluruh Tanah Air, termasuk pembangunan 7.682 meter jembatan baru dan memelihara 217.076 meter jembatan yang sudah ada.
Jika pemerintah menyatakan perencanaan anggaran pembangunan dan belanja negara setahun ke depan dengan dana yang sangat besar itu, namun di tengah masyarakat hal berbeda bisa terjadi.
Baru-baru ini belasan desa di tapal batas Indonesia dan Sarawak, Malaysia, mengancam akan mengibarkan bendera negara tetangga itu. Alasan yang dikemukakan dalam nuansa emosional di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, itu sangat mendasar dan telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.
Itu adalah kondisi jalan dari dan menuju desa masing-masing yang sangat buruk dan lebih mirip kubangan kerbau. Kondisi jalan serupa itu mengisolasi desa-desa mereka sehingga akses perekonomian atas produk-produk pertanian yang mereka hasilkan menjadi sungguh sulit. (*)

Pidato Kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka peringatan HUT ke-66 RI pada Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/8/2010). Setelah pidato kenegaraan, Presiden Yudhoyono juga dijadwalkan menyampaikan pidato Nota Keuangan serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 pada rapat paripurna DPR yang dihadiri anggota DPR dan DPD di tempat yang sama, mulai pukul 14.00 WIB. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

Foto Bersama Usai Pidato Kenegaraan


Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso, Ketua DPR Marzuki Alie didampingi istri, Asmawati, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wakil Presiden RI Boediono bersama istri, Herawati Boediono, dan Ketua DPD Irman Gusman (kiri ke kanan) berpose bersama usai pidato kenegaraan presiden dalam rangka peringatan HUT ke-66 Republik Indonesia pada Sidang Bersama DPR dan DPD di depan Ruang Rapat Paripurna I, kompleks DPR, Jakarta, Selasa (16/8/2010). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

Tuesday, August 9, 2011

"Pati" Sudah Bisa Langsung Pulang Dengan SPLP

Kuala Lumpur, (ANTARA KL) - Para pekerja Indonesia yang telah mengikuti pendaftaran program pengampunan pekerja asing tanpa izin (PATI) di Malaysia dengan dibekali surat perjalanan laksana paspor (SPLP) sudah bisa langsung pulang ke Tanah Air.

"Dapat SPLP ataupun punya paspor sudah bisa pergi ke pelabuhan karena kami telah melakukan koordinasi dengan pihak Malaysia agar para pekerja tersebut bisa langsung pulang tanpa dikenai biaya ataupun denda," kata Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia, Mulya Wirana di Kuala Lumpur, Senin. Hal ini agar menghindari penumpukan di pelabuhan mengingat saat ini juga telah memasuki bulan suci Ramadhan yang biasanya banyak warga negara Indonesia yang ingin berlebaran di kampung halamannya.

Contohnya di Johor, ungkap Wirana, para PATI yang sudah mendaftar dan memiliki dokumen berupa SPLP ataupun paspor sudah ada yang langsung ke tanah air dengan aman dan tanpa dikenai denda.

Menurut dia, pihak KBRI melalui perwakilannya di sejumlah wilayah negara ini akan terus memantau perkembangannya.

"Dalam hal ini, kami juga telah berkoordinasi dengan para pejabat tinggi di negeri ini terkait dengan program pengampunan PATI ini terutama bagi yang mau pulang ataupun yang tetap bekerja di negeri ini.

Untuk para pekerja yang berharap bisa terus bekerja di negara ini, juga ada ketentuannya terutama proses pengeluaran paspor yang menunggu adanya kelulusan dan izin kerja dari pihak Malaysia.

Namun pada kenyataannya, kata Wirana, pada hari ini (Senin) banyak para pekerja yang ikut program PATI ini datang ke KBRI untuk menguruskan paspornya.

Terkait dengan itu, saat ini pihak KBRi tidak mengeluarkan paspor untuk para pekerja tersebut yang mau tetap bekerja di negeri ini sampai surat izin atau bukti kelulusan bekerja yang dikeluarkan dari pemerintah Malaysia itu telah diperolehnya.

"Mengenai hal ini, kita sudah menyampaikannya ke pihak Malaysia dan saat ini masih menunggu jawaban mereka," kata Wirana.

Sementara itu, pada Senin ini jumlah pekerja Indonesia yang menguruskan dokumen baik dalam bentuk paspor ataupun SPLP meningkat pesat mencapai 2000-an sedangkan normalnya sekitar 1000 hingga 1200 pemohon per hari.

"Kami berupaya bisa memberikan pelayanan yang baik kepada para pekerja yang membutuhkan dokumen jati dirinya," ungkap dia.

Bahkan, lanjut dia, jika diperlukan kami akan membuka loket selama 24 jam. Tapi itu perlu dilihat situasi dan kondisinya termasuk sumber daya manusianya.

Monday, August 8, 2011

Ribuan TKI Membludak di KBRI KL Urus Paspor dan SPLP

Kuala Lumpur, (ANTARA KL) - Ribuan TKI, Senin (8/8) pagi memadati kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, guna mengurus surat perjalanan laksana paspor (SPLP) yang dapat digunakan untuk pulang ke Tanah Air.

Sejumlah pekerja yang mengikuti program pengampunan pekerja asing tanpa izin (PATI) itu kepada ANTARA di kantor KBRI mengatakan, mereka datang untuk mengurus pembuatan SPLP agar bisa kembali ke Tanah Air, sedangkan pengurusan paspor digunakan sebagai kelengkapan dokumen untuk tetap bekerja di negara ini.

Ahmad Sodig, pekerja asal Banyuwangi, Jawa Timur, mengatakan bahwa setelah mengikuti pendaftaran PATI dan diambil sidik jari melalui sistem biometrik serta difoto, dirinya ke KBRI KL datang untuk mengurus dokumen SPLP.

Sebab, kata dia, dari informasi yang diterimanya kalau sudah ikut program biometrik, kepada PATI yang mau pulang tidak akan dikenakan biaya ataupun denda seperti kompaun.

"Kemarin saya sudah di biometrik lewat agen dengan membayar 300 ringgit dan sekarang mau bikin SPLP agar bisa pulang dengan lancar dan tidak dikenakan denda oleh pemerintah Malaysia," ungkap pekerja di sektor konstruksi yang telah beberapa tahun berada di negara ini.

Hal senada disampaikan Wadi, asal Pati, Jawa Tengah, yang bekerja sebagai pelayan restoran di Kuala Lumpur. Ia menjelaskan, kedatangannya ke KBRI juga untuk menguruskan dokumen agar pulang ke Indonesia dengan lancar dan aman.

"Saya sudah 24 tahun di sini. Saya ikut program pengampunan PATI ini untuk bisa kembali ke Tanah Air. Sekarang mau pulang saja," katanya.

Sedangkan, A Rahman, pekerja bangunan asal Kerinci, Jambi, mengatakan, meskipun dalam biometrik yang dilakukannya tertulis ingin tetap bekerja, namun akan menggunakan kesempatan ini juga untuk pulang kampung dengan harapan tidak dikenakan biaya berupa denda seperti biasanya diterapkan oleh pemerintah Malaysia kepada para pekerja yang tidak memiliki izin kerja resmi.

"Saya sudah tiga tahun di sini, sekarang mau pulang kampung saja karena di sana (Kerinci) juga sedang banyak pembangunan. Apalagi saya dengar mau ada pemekaran wilayah di sana. Ya namanya juga usaha, semoga dapat kerja di sana (Kerinci)," ungkapnya dengan menyatakan tidak terlalu berharap bisa bekerja lagi di Malaysia.

Sementara itu, pihak KBRI KL memperkirakan jumlah pekerja Indonesia yang mengurus dokumennya pada Senin ini , di atas 2.000 orang, yang berarti jauh di atas batas normalnya sekitar 1.200 orang pemohon per hari.

Menurut Kepala Bidang Penerangan, Sosial, Budaya KBRI KL, Suryana Sastradiredja, peningkatan pengurusan dokumen tersebut baik untuk paspor ataupun SPLP dimungkinkan dengan semakin dekatnya hari raya Idul Fitri 1432 Hijriah serta sudah berjalannya program pengampunan PATI yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia sejak 1 Agustus 2011.

"Dalam program pengampunan PATI, bagi pekerja yang mau pulang tidak akan dikenakan biaya ataupun denda berupa kompaun. Jadi, keadaan ini sekaligus digunakan oleh para pekerja juga untuk berlebaran di Tanah Air. Tentu untuk pulang mereka harus urus SPLP sebagai kelengkapan jati diri mereka," ungkapnya.

Di sisi lain, kata Suryana, PATI yang ikut program ini juga diminta untuk menguruskan paspornya terlebih dahulu sebelum mendapatkan kelulusan izin bekerja di negara ini.

Pihak KBRI KL juga sudah mengirimkan surat kepada Kementerian Dalam Negeri Malaysia untuk mendapatkan konfirmasi tentang pembuatan paspor untuk mendapatkan permit kerja tersebut.

"Kami sudah sampaikan ke KDN dan sekarang sedang menunggu jawabannya," kata Suryana yang juga menjadi ketua pelaksana antisipasi program 6P (pendaftara, pemutihan, pengampunan, pemantauan, penguatkuasaan dan pengusiran).


Tambah Loket

Sementara itu, pihak KBRI KL telah menyiapkan tambahan loket dan peralatan serta penambahan petugasnya untuk mengantisipasi peningkatan permohonan pembuatan paspor dan SPLP sehingga mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada para Warga Negara Indonesia.

"Loket-loket tambahan telah kami sediakan, bahkan disiapkan ruangan baru yang mampu menampung tiga ratus kursi," katanya.

Dengan tambahan tersebut, maka akan ada sembilan loket sehingga pelayanan dalam satu hari (one day service) bisa tetap berjalan.

"Kita coba tetap "one day service". Tapi kalau jumlahnya terus membeludak, maka kita minta tambahan satu atau dua hari," ungkapnya, kalau diperlukan pelayanan dibuka juga pada Sabtu dan Minggu.