Sunday, August 12, 2012

Hari Ini Panwaslu Umumkan Kasus Rhoma Irama

VIVAnews - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta akan mengumumkan hasil rekonstruksi berkaitan dengan ceramah Rhoma Irama yang dilaporkan mengandung unsur SARA. Mengenai hasil pemeriksaan itu, akan diumumkan hari ini, Minggu, 14 Agustus 2012. Disampaikan Ketua Panwaslau DKI Jakarta, Ramdansyah, hasil pemeriksaan terkait laporan ceramah Rhoma sudah diselesaikan dengan memintai keterangan saksi yang dianggap berkaitan dengan hal itu. "Akan diumumkan bersamaan dengan acara buka bersama di kantor Panwaslu," kata Ramdansyah kepada VIVAnews. Menurut Ramdansyah, selain telah memintai informasi langsung dari Rhoma Irama, warga dan jamaah Masjid Al Isra, Panwaslu juga sudah memanggil tim sukses Jokowi-Ahok yang diwakili Deni Iskandar. "Sementara pasangan Foke-Nara diwakili Zamak Sari dan sudah dipanggil pada 7 Agustus lalu dan media cetak yang menyelenggarakan kegiatan yang diisi dengan cerama Rhoma juga sudah dipanggil," katanya. Panwaslu kata Ramdansyah, sudah membicarkan permasalahan ini kepada polisi dan jaksa sebagai penegak hukum terpadu (Gakumdu) dan Forum Kerukunan Beragama DKI Jakarta. Rhoma Irama telah menjelaskan duduk perkara ceramahnya, bahwa jika seorang muslim memilih pemimpin yang bukan sesama muslim maka akan menjadi musuh Allah. Ia pun bersikeras berpendapat menyampaikan ayat kitab suci di rumah ibadah bukan suatu kesalahan. Bahkan seluruh agama juga akan menerima hal tersebut. "Ini yang dimaksud SARA? Menyampaikan ayat kitab suci di rumah ibadah?," ucapnya setengah bertanya. Rhoma menegaskan posisinya saat itu bukanlah sebagai tim kampanye pasangan Foke-Nara. Ia berada di tengah jamaah Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, saat itu sebagai seorang mubaligh yang memberikan ceramah kepada para jamaahnya. Rhoma merasa isi ceramahnya tersebut sesuai kondisi Jakarta saat ini yang sedang menjalankan tahapan Pemilukada DKI. "Semua ulama wajib menyampaikan sesuai dengan situasi dan kondisi. Karena kondisinya pemilu, jadi pesan-pesan tentang memilih pemimpin ya wajar saja dibicarakan dan harus disampaikan," katanya. (eh)

Saturday, August 11, 2012

Hari Ini Panwaslu Umumkan Kasus Rhoma Irama

VIVAnews - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta akan mengumumkan hasil rekonstruksi berkaitan dengan ceramah Rhoma Irama yang dilaporkan mengandung unsur SARA. Mengenai hasil pemeriksaan itu, akan diumumkan hari ini, Minggu, 14 Agustus 2012. Disampaikan Ketua Panwaslau DKI Jakarta, Ramdansyah, hasil pemeriksaan terkait laporan ceramah Rhoma sudah diselesaikan dengan memintai keterangan saksi yang dianggap berkaitan dengan hal itu. "Akan diumumkan bersamaan dengan acara buka bersama di kantor Panwaslu," kata Ramdansyah kepada VIVAnews. Menurut Ramdansyah, selain telah memintai informasi langsung dari Rhoma Irama, warga dan jamaah Masjid Al Isra, Panwaslu juga sudah memanggil tim sukses Jokowi-Ahok yang diwakili Deni Iskandar. "Sementara pasangan Foke-Nara diwakili Zamak Sari dan sudah dipanggil pada 7 Agustus lalu dan media cetak yang menyelenggarakan kegiatan yang diisi dengan cerama Rhoma juga sudah dipanggil," katanya. Panwaslu kata Ramdansyah, sudah membicarkan permasalahan ini kepada polisi dan jaksa sebagai penegak hukum terpadu (Gakumdu) dan Forum Kerukunan Beragama DKI Jakarta. Rhoma Irama telah menjelaskan duduk perkara ceramahnya, bahwa jika seorang muslim memilih pemimpin yang bukan sesama muslim maka akan menjadi musuh Allah. Ia pun bersikeras berpendapat menyampaikan ayat kitab suci di rumah ibadah bukan suatu kesalahan. Bahkan seluruh agama juga akan menerima hal tersebut. "Ini yang dimaksud SARA? Menyampaikan ayat kitab suci di rumah ibadah?," ucapnya setengah bertanya. Rhoma menegaskan posisinya saat itu bukanlah sebagai tim kampanye pasangan Foke-Nara. Ia berada di tengah jamaah Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, saat itu sebagai seorang mubaligh yang memberikan ceramah kepada para jamaahnya. Rhoma merasa isi ceramahnya tersebut sesuai kondisi Jakarta saat ini yang sedang menjalankan tahapan Pemilukada DKI. "Semua ulama wajib menyampaikan sesuai dengan situasi dan kondisi. Karena kondisinya pemilu, jadi pesan-pesan tentang memilih pemimpin ya wajar saja dibicarakan dan harus disampaikan," katanya. (eh)

Tiket Kapal PT. DLU Terjual Habis Express Bahari 1C Besok Berangkat PP.

Calon penumpang kapal tujuan Pulau Bawean, sedang ramai antri membeli tiket kapal tujuan Pulau Bawean di Terminal Pelabuhan Gresik (sabtu, 11/8/2012), sekitar jam 12.00 WIB. sampai jam 14.00 WIB. Pantauan Media Bawean, terlihat banyak calon penumpang berdesakan untuk segera mendapatkan tiket untuk pulang, setelah sempat beberapa hari tertahan di Gresik sehubungan putusnya jalur transportasi Gresik - Bawean. Setelah terjual sebanyak 500 tiket, pihak PT. DLU menyatakan tiket sudah habis terjual untuk keberangkatan nanti malam, jam 23.00 WIB. (sabtu malam minggu). Menurutnya, kapal yang melayani Gresik - Bawean, yaitu kapal Dharma Kencana tujuan Batu Licin. Sedangkan penumpang yang belum mendapatkan tiket keberangkatan hari ini (sabtu, 11/8/2012), bisa membeli besok (minggu, 12/8/2012), jam 09.00 WIB. untuk keberangkatan hari senin (13/8/2012) naik kapal Kirana II. Kapal Express Bahari 1C, direncanakan besok (minggu, 12/8/2012), jam 08.00 WIB. berangkat PP menuju Pulau Bawean. Reven Putra sebagai Kepala Cabang PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur dihubungi Media Bawean membenarkan besok (12/8/2012), kapal diberangkatkan PP Gresik - Bawean. (bst)