Tuesday, September 18, 2012

Listrik Yang Dijanjikan Belum Menyala Mukjizat Meminta Penambahan Waktu

AKP. H. Zamzani, SH. sebagai Kapolsek Sangkapura dihubungi Media Bawean (senin, 17/9/2012) terkait laporan warga Dusun Kumalabaru, desa Kumalasa, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, menyatakan terpulang kepada pelapor untuk proses hukum kasus penggelapan biaya pasang baru listrik PLN.
"Sebenarnya dari kemarin sudah bisa ditetapkan siapa tersangkanya, tapi warga sebagai korbannya mengharap agar listrik bisa dinyalakan,"katanya.
"Terpulang kepada pelapor saja, sehubungan habisnya tenggang waktu untuk menyalakan listrik atau mengembalikan uang milik warga yang membayar biaya pasang baru listrik,"ujarnya.

Lutfi sebagai Kepala Dusun Kumalabaru, mengatakan sampai sekarang listrik di rumah calon pelanggan PT. PLN Bawean belum dinyalakan. "Soal perjanjian Mukjizat dengan pihak berwajib tidak tahu menahu sehubungan tidak mengetahui bentuknya seperti apa,"paparnya.

Hariyanto dari pihak kontraktor pemasangan listrik di Kumalabaru menyatakan sampai sekarang masih belum dinyalakan sehubungan belum dilunasinya biaya pasang baru listrik.

Mukjizat ketika bertemu Media Bawean (sabtu, 15/9/2012) mengaku sudah capek mencari solusi untuk segera melunasi biaya pasang baru listrik di Kumalabaru. "Sudah berusaha tapi belum mendapatkannya,"pungkasnya.

"Harapannya kepada pihak berwajib, termasuk pelapor untuk memberikan perpanjangan waktu kembali untuk berusaha mencari solusi menyalakan listrik di Kumalabaru,"imbuhnya dengan nada melemah.

Perlu diketahui, Mukjizat ketika diperiksa di kantor Polsek Sangkapura (senin, 10/9/2012) telah mengakui bahwa keuangan pembayaran pemasangan listrik PLN milik warga Kumalabaru telah diterimanya melalui pindah rekening bank yang dikirim oleh Lutfi sebagai kepala dusun.

Ketika diperiksa, Mukjizat berjanji akan menyalakan listrik dalam tempo waktu selama seminggu setelah pemeriksaan polisi. (bst)

Sunday, September 9, 2012

Saling Lempar Tanggungjawab Soal Uang Biaya Pasang Baru Listrik

Penggelapan uang pendaftaran pasang baru listrik di dusun Kumalabaru, desa Kumalasa, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik sudah laporkan oleh warga yang dirugikan kepada polisi.
Informasi yang diterima Media Bawean dari sumber di Polsek Sangkapura, warga sebagai pelapor telah melaporkan Lutfi (kepala dusun Kumalabaru), bukan Mukjizat sebagai Kepala Desa Kumalasa terkait raibnya uang pendaftaran pasang baru listrik. 
Bagaimana respon Lutfi sebagai kepala dusun Kumalabaru dan Mukjizat sebagai Kepala Desa Kumalasa, berikut hasil liputan Media Bawean menghubungi keduanya (sabtu, 8/9/2012).

Lutfi sebagai Kepala Dusun Kumalabaru menyatakan sudah menyuruh kepada warganya agar hilangnya uang pendaftaran pasang baru listrik dilaporkan kepada pihak berwajib kepolisian, bertujuan agar diketahui siapa yang menggelapkan uang milik warga.

"Saya sudah diperiksa di Kantor Polsek Sangkapura, kemarin hari jum'at (8/9/2012). Apa adanya sudah disampaikan kepada pihak berwajib bahwa seluruh uang pendaftaran pasang baru listrik sudah disetor melalui rekening Mukjizat,"katanya.
"Silahkan pihak berwajib mengusut tuntas agar diketahui siapa yang menggelapkan uang milik warga. Buktinya ada, yaitu tanda bukti pindah buku untuk pembayaran listrik sebanyak 14 pelanggan x Rp.1.700.000, dengan total Rp.28.300.000, tertanggal 16 Maret 2012,"ujarnya.

Mukjizat sebagai Kepala Desa Kumalasa ditemui Media Bawean mengakui sudah menerima surat panggilan dari polisi untuk diperiksa terkait laporan warga tentang uang pendaftaran pasang baru listrik di Kumalabaru.

"Nantinya akan diketahui, kemana uang pendaftaran milik warga. Panitia pendaftaran pasang baru listrik di desa Kumalasa wajib mempertanggungjawabkan,"pungkasnya.

"Sebentar lagi listrik milik warga akan segera menyala, hanya menunggu waktu saja. Sebagian uang pendaftaran sudah dibayar, tinggal membayar kekurangannya saja,"terangnya. (bst)

Warga Kumalasa Melapor Polisi Ketua Panitia & Bendahara Diperiksa

Menindaklanjuti laporan warga Dusun Kumalabaru, desa Kumalasa, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, hari ini (sabtu, 8/9/2012), penyidik Polsek Sangkapura memeriksa Badrun sebagai Ketua Panitia Mufid sebagai Bendahara Pendaftaran Pasang Baru Listrik PLN Desa Kumalasa.
Sebelumnya, polisi sudah memeriksa Lutfi (Kepala Dusun Kumabaru) sebagai terlapor oleh warga sebagai pelapor dalam penggelapan uang pendaftaran pasang baru listrik sebesar Rp.1,7 juta setiap pelanggan sebanyak 13 orang.
Badrun sebagai Ketua Panitia ditemui Media Bawean setelah diperiksa polisi, menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu soal uang pembayaran  pasang baru listrik di Dusun Kumalabaru.
"Berapa jumlah uangnya, termasuk berapa jumlah pelanggan baru di Kumalabaru tidak tahu, sehubungan uang pendaftaran dari warga tidak diterima oleh panitia, tapi sesuai katerangan kepala dusun sudah dipindah buku ke rekening Mukjizat, bukan rekening panitia,"katanya.
Persoalan di kwitansi tertulis nama dirinya berikut tandatangan sebagai panitia, termasuk bendahara, Badrun menerangkan bahwa ketika rapat pemasangan listrik baru didesak menandatangi kwitansi kosong.
"Saya bersama Bendahara disuruh menandatangani kwintasi kosong dengan alasan untuk mempermudah pembayaran pelanggan baru melalui kepala dusun,"ujarnya.
Menurutnya, sebelumnya sudah diberi peringatan dan pemberitahuan agar uang yang terkumpul agar disetor melalui panitia, bukan kepada pihak lain. "Ternyata kepala dusun Kumalabaru terjebak sehingga uang yang terkumpul seluruhnya disetor melalui pindah buku ke rekening Mukjizat,"terangnya.
Kapolsek Sangkapura, AKP. H. Zamzani, SH. ditemui Media Bawean mengatakan laporan warga Kumalabaru sudah diproses dengan memeriksa semua pihak mulai dari paling bawah, akhirnya akan diketahui kemana uang milik warga. (bst)

Warga Laporkan Kades Ke Polisi Gelapkan Uang Pasang Baru PLN

Warga Dusun Kumalabaru, desa Kumalasa, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, hari rabu (5/9/2012) telah melaporkan Mukjizat (Kepala Desa Kumalasa) ke Kantor Polsek Sangkapura, terkait penggelapan uang biaya pasang baru PLN.
Sesuai kwitansi pembayaran yang ditandatangani Kepala Desa bersama Panitia, calon pelanggan baru telah membayar uang pendaftaran sebesar Rp.1,7 juta. Jumlah warga telah membayar sebanyak 14 kepala keluarga di Dusun Kumalabaru, desa Kumalasa, hanya 1 pelanggan saja sudah menyala listriknya.
Hilaluddin sebagai koordinator warga yang dirugikan, ditemui Media Bawean (jum'at, 7/9/2012) mengakui sudah melaporkan kepala desa Kumalasa ke kantor Polsek Sangkapura. "Ada empat warga telah melaporkan kades, sebagai perwakilan dari 13 pelanggan yang dirugikan,"katanya.
Menurutnya, melaporkan memiliki tujuan baik, bukan niatan buruk. "Laporan akan dicabut bila listrik sudah dinyalakan ataupun uang milik warga dikembalikan utuh sesuai kwitansi pembayaran sebesar Rp.1,7juta,"jelasnya.

"Bila kedua pilihan tidak dipenuhi, maka proses hukum akan tetap dilanjutkan sampai proses putusan di pengadilan,"paparnya.

"Tolong kasihani warga, mereka membayar melalui hasil kerja keras dengan membanting tulang. Dampaknya, terjadinya percekcokan didalam rumah tangga akibat sampai sekarang belum menyala,"ujarnya.
"Laporan ke pihak berwajib dilakukan oleh warga, setelah sekian lamanya menunggu sampai sekarang belum ada kepastian kapan listrik akan dinyalakan, walaupun meteran sudah terpasang tapi belum aktif dalam kondisi off,"terangnya.

Hal senada disampaikan Ahmad Bakri, beliau merasa kecewa berat adanya penggelapan uang milik warga. "Harapannya mendapatkan listrik, ternyata sampai sekarang belum bisa menyala disebabkan uang yang dibayar oleh warga belum disetor ke PLN,"ungkapnya.

"Silahkan nyalakan listrik di rumah warga, ataupun kembalikan uang secara utuh sesuai tertulis di kwitansi. Bila tidak, proses hukum tetap lanjutkan saja,"pungkas Kepala UPT Dipenda Bawean.

Mukjizat sebagai Kepala Desa Kumalasa, membenarkan bahwa dirinya telah dilaporkan kepada pihak berwajib kepolisian. "Biarkan saja, nanti akan datang kontraktor untuk menyalakan seluruh listrik milik warga,"tuturnya singkat ketika bertemu Media Bawean (jum'at, 7/9/2012).

Hariyanto sebagai pihak kontraktor menyatakan belum bisa menyalakan listrik di desa Kumalasa, disebabkan pembayarannya sampai sekarang belum lunas. "Ingin menyala, silahkan bayar lunas dahulu pembayarannya,"imbuhnya.

Kapolsek Sangkapura, AKP. H. Zamzani, SH. dihubungi Media Bawean membenarkan adanya laporan warga desa Kumalasa terkait pembayaran pasang baru PLN Bawean. "Sekarang masih pemanggilan saksi-saksi dan proses lidik untuk penyelidikan lebih lanjut,"terangnya. (bst)