Friday, August 23, 2013

Bersama Family

Bersama anak ponakan dan istri tersayang makan di salah satu restoran makanan siput top di Selangor Malaysia

Jatim Bangkit Bersama Nomer Urut 4

Bangkit Bersama Nomer Urut 4

Merdeka

Merdeka Merdeka Merdeka

Ikut Upacara Ultah Indonesia Yang Ke 68 Tahun

Salam saat ngikuti upacara 17 agustus 2013 di Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur

Pemecatan Perangkat Desa Kumalasa Batal Menunggu Persetujuan Bupati


Sesuai hasil pertemuan antara Camat Sangkapura (Abd. Adhim) bersama Idham Cholik sebagai Kepala Desa Kumalasa, dihadiri Syamsul Arifin (Kasi Pemerintahan), (senin, 20/8/2013), bertempat di Kantor Kecamatan Sangkapura disepakati untuk pemecatan perangkat dibatalkan menunggu persetujuan dari Bupati Gresik.

Abd. Adhim menyatakan sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2010, bahwa mekanisme pemberhentian aparat sudah diatur didalamnya. Didalam Perda bagian penjelasan, menyatakan persetujuan Bupati tentang pemberhentian perangkat desa dapat diberikan setelah Bupati meneliti usul kepala desa dimaksud.

"Jika kepala desa ingin memberhentikan perangkatnya, silahkan melalui mekanisme aturan yang ada. Sehingga dalam melaksanakan tugas tidak melanggar hukum,"katanya.

Idham Cholik menyatakan siap untuk mengirim usulan tentang pemecatan perangkat desa di Kumalasa kepada Bupati Gresik. "Langkah ini dilakukan demi kesuksesan dalam melaksanakan tugas sebagai kepala desa,"paparnya.

"Silahkan dibuktikan secara langsung ke lapangan, bagaimana kinerja aparat desa Kumalasa. Termasuk kehadirannya, serta kinerjanya sesuai kewajibannya sebagai aparat desa,"terangnya.

Kepala Bagian Administrasi Pemerintah Kabupaten Gresik Yusuf Anshori, senin (19/8/2013), menyatakan ada aturan tentang pemberhentian perangkat desa. "Diantaranya harus melakukan usulan kepada Bupati, untuk mendapatkan persetujuan atau tidak memberhentikan perangkat,"jelasnya. (bst)

6 Aparat Desa Kumalasa Dipecat Alasan Kades Untuk Perbaikan Kinerja


Idham Cholik sebagai Kepala Desa Kumalasa, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik memulai kinerja sebagai kepala desa yang baru dengan memecat aparat desa.

Ditemui Media Bawean (sabtu, 17/8/2013) selesai upacara HUT Kemerdekaan RI ke-68, Cholik menyatakan langkah yang dilakukan sudah benar dan sesuai dengan aturan Perda Nomor 4 Tahun 2010.

Ada 6 aparat desa Kumalasa yang dipecat, yaitu Kaur Umum, Kaur Ekobang, Kasi Pemerintahan, Kasi Kesra, Kepala Dusun Kumalasa, dan Kepala Dusun Kumalabaru.

Alasan pemecatannya terang Kades yang dilantik oleh Bupati Gresik tanggal 24 Juli 2013, diantaranya keterlibatan aparat desa sebagai tim sukses calon kades, persoalan kasus, dan merangkap jabatan seperti guru yang disertifakasi.

"Terusterang bagaimana mau melaksanakan kerja yang baik, bila tatanan pemerintahan desa tidak baik dan amburadul. Pembukuan di balai desa seperti absensi tidak ada, serta lain-lain,"katanya.

"Termasuk memperhatikan surat yang ditandatangani oleh warga agar aparat bersangkutan diganti yang baru,"ujarnya. 

Bagaimana jika pemecatan tidak mendapat persetujuan dari Bupati? "Yach, sebagai kepala desa tentunya berharap agar kinerjanya baik, sedangkan 14 tahun desa Kumalasa mengalami keterburukan akibat aparatnya tidak siap melaksanakan tugas secara baik,"jawabnya.

Untuk menindaklanjuti pemecatan yang dilakukan, Kades Kumalasa sudah siap mengirimkan surat pemecatan dengan mengeluarkan SK nomor 141/01/437.117.16/2013. "Besok (senin, 19/8/2013) surat pemecatan sudah dikirim ke kantor kecamatan Sangkapura,"tegasnya.

Didalam SK tertuang tulisan memberhentikan secara terhormat, point selanjutnya mengangkat aparat yang terpilih sebagai penggantinya.

Badrul Jamil sebagai aparat yang dipecat ditemui Media Bawean menyatakan sangat keberatan dengan langkah pemecatan oleh kepala desa. "Jika terlibat dalam sebagai tim sukses, silahkan dibuktikan,"paparnya dengan nada tegas.

"Selama ini tidak adaperingatan sebelumnya, kok langsung main pecat tanpa ada teguran,"ungkap Badrul.

Abd. Adhim sebagai Camat Sangkapura dihubungi Media Bawean mengatakan sampai sekaran ini belum ada laporan dari desa Kumalasa. "Untuk menindaklanjutinya masih akan dipelajari, termasuk sudah menghubungi Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Gresik,"terangnya. (bst)