Wednesday, March 12, 2014

Warga Pulau Bawean di Malaysia Mau Pulang Menunggu Lapter Operasi

Media Bawean, 13 Maret 2014 
Beroperasinya lapangan terbang Pulau Bawean sudah ditunggu-tunggu oleh warganya, penantian cukup lama dari tahun ke tahun membuat kepercayaan terhadap keberadaan lapter kian sekedar janji tanpa bukti. Tak sedikit warga sudah merasa bosan mendengar atau membaca berita terkait lapangan terbang di Kabupaten Gresik, yang letaknya di Pulau Bawean.

Saiful Aiman asal Pulau Bawean di negeri jiran Malaysia, yang kini menjabat Wakil NU Cabang Istimewa Malaysia, mengungkapkan bahwa warga Bawean di Malaysia menunggu lapangan terbang beroperasi.
"Seringkali dalam acara perkumpulan dijadikan topik perbincangan antar warga, sampai kapan lapangan terbang dioperasikan. Sementara jawabannya belum ada kepastian, sehubungan kondisi pembangunan sudah lama tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,"katanya.
Menurutnya, lapangan terbang di Pulau Bawean termasuk solusi paling terbaik untuk mengatasi kondisi cuaca buruk yang sering melanda jalur transportasi laut  menghubungkan Gresik - Pulau Bawean.
"Sementara ini masih banyak warga Pulau Bawean di Malaysia masih enggan untuk pulang kampung sehubungan ketidakjelasan transportasi, diantara ketakutan dengan putusanya jalur transportasi sehingga tertahan untuk kembali, ataupun menunggu lama untuk berlayar sampai waktu berkunjung habis di Gresik,"terangnya.
Saiful Aiman optimis beroperasinya lapangan terbang di Pulau Bawean mempunyai prospek sangat cerah untuk kemajuan serta perkembangan perekonomian di kampungnya tercinta. Salah satu prospek menurutnya adalah pengembangan pariwisata, baik wisatawan domestik ataupun luar negeri akan ramai-ramai berkunjung.
"Potensi wisata Pulau Bawean terkesan mubadzir tanpa ada pengembangan sehubungan sulitnya akses keterjangkauan untuk berkunjung kesana. Jangankan orang luar, dari dalam sendiri sudah merasakan secara langsung ketika jalur transportasi laut terputus akibat cuaca buruk,"tegasnya.
"Pulau Bawean ingin maju, yach dioperasikan lapternya dong,"pungkas Ketua Hikma di Malaysia ketika dihubungi Media Bawean (kamis, 13/3/2014). (bst) 

Lapter Bawean Segera Beroperasi Tiket Disubsidi 2/3 Harga Normal

Media Bawean, 12 Maret 2014

Sebanyak 12 bandar udara baru, termasuk lapangan terbang Pulau Bawean di Kabupaten Gresik akan dioperasikan selama tahun 2014 ini dalam upaya mendorong pemerataan pembangunan dan membuka isolasi daerah di seluruh Indonesia. Seiring dengan hal itu, subsidi pemerintah untuk penerbangan perintis pun meningkat.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengungkapkan ”Pembangunan bandara berdimensi ekonomi, termasuk distribusi logistik, dan pemerataan pembangunan yang mencakup aksesibilitas transportasi. Sebisa mungkin bandara baru ini mendorong kepariwisataan,” ujarnya.

Wamenhub menambahkan, umumnya bandara-bandara baru tersebut menjadi lokasi layanan penerbangan perintis. Dalam hal ini, pemerintah merangsang tingkat keterisian pesawat dengan memberi subsidi kepada pengguna jasa. Anggaran subsidi juga ditingkatkan dari Rp 275 miliar tahun 2013 menjadi Rp 350 miliar tahun 2014 ini.

Polanya, dua pertiga dari harga tiket penerbangan ditanggung pemerintah. Itu berarti penumpang hanya membayar sepertiga harga tiket. Calon penumpang hanya membayar sepertiga dari harga tiket normal. Kelak, setelah tingkat keterisian sudah memadai, subsidi akan dicabut dengan mendorong sejumlah maskapai bersaing menerbangi bandara tersebut. (bst)