Saturday, July 10, 2010

Isra’ Mi’raj, Makam Sunan Ampel Dipadati Ribuan Peziarah


Sejumlah peziarah khusyuk melakukan doa di kompleks pemakaman Sunan Ampel, Surabaya, Sabtu (10/7). Pemakaman Sunan Ampel ramai dikunjungi peziarah untuk memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1431 H. (FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/10/edy
Surabaya, Peringatan Isra` Mi`raj Nabi Muhammad SAW, ribuan peziarah memadati area makam Sunan Ampel di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.

Tidak hanya berasal dari dalam kota, justru peziarah lebih banyak datang dari luar kota se-Indonesia.

"Kami sengaja datang ke makam Sunan Ampel untuk ziarah, tepat pada hari Isra` Mi`raj Nabi Muhammad SAW," ujar Zaenuri, peziarah asal Jogjakarta ketika ditemui di kawasan Sunan Ampel, Jln. Nyamplungan.

Ia mengaku bersama rombongan sebanyak 3 bis. Tidak hanya ke Sunan Ampel, namun juga akan mengunjungi sunan-sunan atau wali lainnya. "Kita ziarah walisongo," tutur pria berusia 35 tahun yang sengaja membawa keluarganya tersebut.

"Apalagi sekarang kan bersamaan dengan musim libur sekolah, jadi sekalian mengajak anak-anak," tambah bapak dua anak itu.

Hal senada dikatakan Istiqomah, wanita asal Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kata dia, kedatangannya ke Sunan Ampel murni untuk berziarah. "Ini sudah kelima kalinya saya ikut rombongan. Tapi kali ini lebih spesial karena waktunya Isra` Mi`raj," ucapnya.

Ratusan bis berplat luar Surabaya terlihat mendominasi. Terminal bis yang terletak di Jln. Pegirian, atau sekitar 100 meter dari kompleks pemakaman, juga tak cukup menampung kendaraan peziarah.

Tak ayal, bis-bis pun terpaksa diparkir di pinggir jalan dan memakan ruas jalan umum. Akibatnya, jalanan di sekitar pun macet dan mengganggu kelancaran lalu lintas, khususnya yang mengarah ke area Sunan Ampel.

Sementara, banyaknya peziarah ke Sunan Ampel membuat pedagang kaki lima sumringah. Pasalnya, tak sedikit dagangannya terjual dalam waktu singkat. (ant/mad)

Friday, July 9, 2010

Keinginan Islah Pengurus PKB Dilakukan untuk Membesarkan Partai

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar optimistis proses islah yang selama ini digagas akan terus berjalan. Dia juga yakin, pelan tapi pasti, semua pihak yang selama ini terlibat konflik kembali bersatu untuk membesarkan partai berlambang bumi dikelilingi sembilan bintang itu.

''Kami melakukannya dengan sabar,'' kata Muhaimin kemarin (6/7). Dia menyatakan, islah sesungguhnya sedang berjalan dan terus-menerus dilakukan dalam setiap kesempatan. ''Yang paling utama itu pendekatan dan pembicaraan intensif," tambah menteri tenaga kerja dan transmigrasi tersebut. Dia mengungkapkan selama ini sudah belajar banyak terkait dengan proses islah. Yaitu, semakin keras berteriak, hakikat islah akan semakin jauh dari kenyataan.

Upaya yang dilakukan tersebut, menurut Muhaimin, sudah mulai menunjukkan sinyal positif. Beberapa orang telah menyatakan kesediaannya kembali sama-sama membesarkan PKB. ''Saya yakin pelan tapi pasti semua kembali ke pangkuan PKB,'' ujar Muhaimin, kembali.

Beberapa waktu lalu, Wakil Sekjen DPP PKB yang juga Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini mendeklarasikan komitmen islah antara pengurus PKB Ancol dan Kalibata di Kantor PB NU, Jakarta. Setelah deklarasi itu, sejumlah bantahan justru muncul. Di antaranya, Sekjen DPP PKB (hasil MLB Parung) Yenny Wahid yang menyatakan bahwa pengurus Kalibata yang ikut dalam deklarasi hanya sebagai pribadi dan tidak mewakili institusi.

Menurut Muhaimin, keinginan islah sejumlah pengurus PKB semata-mata dilakukan untuk membesarkan partai. ''Karena itu, kami lakukan islah terus-menerus. Saya selalu sampaikan kepada semua jajaran pengurus bahwa PKB sekarang butuh vitamin agar sehat terus, yaitu islah yang sehat dan menyehatkan," ujarnya.

Islah bisa menaikkan popularitas PKB pada Pemilu 2014. PKB, kata dia, minimal bisa kembali menjadi pemenang ketiga. ''Kami akan terus bekerja keras, membentuk tulang punggung partai melalui islah dan konsolidasi. Menyusun strategi yang tepat agar publik bisa menerima langkah politik PKB."

Thursday, July 8, 2010

Indonesia Tambah Atase Ketenagakerjaan di Empat Negara


Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan menambah atase ketenagakerjaan di empat negara dan satu pejabat kepala bidang ketenagakerjaan di negara tujuan TKI lainnya untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan TKI.

"Saat ini belum semua negara penempatan memiliki atase ketenagakerjaan, padahal peranan atase ketenagakerjaan sangat dibutuhkan untuk melayani dan membantu penyelesaian berbagai permasalahan yang dihadapi oleh TKI di luar negeri," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.

Mennakertrans mengemukakan hal tersebut dalam "Pembekalan Calon Kepala Perwakilan Republik Indonesia tahun 2010" yang diselenggarakan di Kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis.

Hingga kini, upaya perlindungan TKI di sebagian negara penempatan dinilai belum maksimal karena kebanyakan masih berstatus staf teknis, belum dikategorikan diplomat.

"Sehingga dalam menjalankan tugasnya belum maksimal," kata Menakertrans.

Empat atase ketenagakerjaan yang baru itu direncanakan akan ditempatkan di negara Jordania, Jepang, Oman dan Siria serta satu kepala bidang ketenagakerjaan di KDEI Taiwan.

Kemenakertrans memiliki 10 atase ketenagakerjaa di sembilan negara yaitu Malaysia, Hongkong, Saudi Arabia (Riyadh dan Jeddah), Persatuan Emirat Arab, Brunei Darussalam, Kuwait, Korea Selatan, Singapura dan Qatar.

Sementara peranan atase ketenagakerjaan itu disebut Menakertrans sangat penting karena mereka bertugas untuk membantu menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang dihadapi TKI seperti gaji tidak dibayar, kecelakaan kerja, kontrak kerja tidak sesuai, pemulangan TKI, penganiayaan dan banyak hal lainnya.

Selain itu, atase mempunyai tugas pelayanan tenaga kerja yang meliputi pendataan tenaga kerja asing (TKA) yang masuk Ke Indonesia dan data TKI di negara penempatan, pemantauan keberadaan TKI, melakukan penilaian terhadap mitra usaha atau agen dalam pengurusan dokumen TKI, upaya advokasi TKI serta legalisasi perjanjian atau kontrak kerja.

Dengan berbagai tugas pelayanan dan perlindungan TKI tersebut, Menakertrans menyebut memang diperlukan adanya penguatan organisasi perwakilan RI dibidang ketenagakerjaan yang dapat dilakukan dengan pengembangan penempatan dan peningkatan peranan atase.

"Pemerintah akan terus melakukan pembinaan atase ketenagakerjaan secara reguler dan mengembangkan komunikasi sistem informasi online," kata Menakertrans.

Selain untuk perlindungan tenaga kerja, peran atase juga dibutuhkan untuk membuka pasar kerja dengan menjalankan "market intelligence" sehingga diharapkan para atase ketenagakerjaan dapat bekerja sama dengan fungsi konsuler, ekonomi dan kemungkinan fungsi politik yang ada di negara penempatan mereka.(*)

Terimah Kasih MB Mahu Meliput Acara Resepsi Pernikahan Anak Ponakanku



Thursday, July 1, 2010

Kabar Dari Kampung Madiun :Tiga Gerbong KA Logawa Terguling, Enam Tewas

MADIUN - Musibah kecelakaan kereta api (KA) kembali terjadi di tanah air. Bahkan, kemarin (29/6) terjadi dua kecelakaan KA di dua tempat berbeda. Dalam dua insiden tersebut, sedikitnya sembilan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Kecelakaan pertama dialami KA Logawa di Dusun Petung, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, pukul 14.00. Tiga gerbong KA kelas ekonomi jurusan Purwokerto-Jember itu terputus dan anjlok dari rel. Karena rel KA berada di lokasi yang tinggi dari tanah, tiga gerbong tersebut terguling. Enam penumpang tewas dan 73 lainnya terluka. Dua di antara korban tewas ditemukan dalam kondisi tubuh tergencet gerbong KA.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, KA Cirebon Ekspres menabrak mobil Toyota Avanza di perlintasan tanpa palang pintu dan penjaga di Kabupaten Indramayu, Jabar, pukul 14.05. Tiga penumpang mobil tewas dan tiga lainnya terluka berat.

Berdasar informasi yang dihimpun Radar Madiun (Jawa Pos Group), enam korban tewas dibawa ke RSUD Caruban. Mereka adalah Rahmat Bayu Rianto, 14, warga Jalan Manggala Mulya, Rejomulyo, dan Sholeh, 58, warga Jalan Kalimantan, RT 6/2 Kartoharjo, Kota Madiun. Selain itu, Agus Rivanto, 20, warga Desa Sirapan, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

Selanjutnya, Haryadi M. Nur Khoiri, 38, warga Jalan Kyai Hasyim Asy'ari, Kota Malang; Kwatno, 29, warga Desa Sibalung, Kemranjen, Banyumas; serta Ibnu Malik, 44, warga Genengan, Doho, Blitar.

Sebagian besar korban luka dirawat di RSUD Caruban. Sebagian lainnya dirujuk ke RSUD dr Soedono, Madiun. ''Kami mendapat informasi, ada juga yang dibawa ke rumah sakit di Nganjuk,'' kata Direktur RSUD Caruban drg Farid Dimyati.

Sejauh ini, belum diketahui pasti penyebab kecelakaan tersebut. Saat diwawancarai Radar Kediri (Jawa Pos Group) bersama wartawan lain, kondektur KA Hadi Sukamto menuturkan bahwa dirinya tidak tahu persis penyebab kecelakaan. ''Hanya, informasinya, rel ini baru diperbaiki,'' jelasnya.

Saat kecelakaan terjadi, Hadi berada di gerbong kereta makan. Dia terkejut saat kereta anjlok. Hadi beruntung karena gerbong yang ditumpangi tidak terguling, tapi hanya anjlok dari rel.

Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala PT KA Daop VII Madiun Nur Amin belum mengetahui penyebab kecelakaan. Termasuk, apakah karena human error (kesalahan manusia). Tapi, dia menyatakan bahwa rel di lokasi kecelakaan memiliki bantalan kuat dari beton.

Dia membenarkan bahwa rel tersebut diperbaiki sekitar 15 hari lalu. Saat itu, digunakan rel jenis R 54 atau berukuran paling besar. ''Untuk mencari tahu penyebab kecelakaan, kami menunggu tim KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi),'' katanya.

Kecelakaan tersebut terjadi di kilometer 133 atau sekitar 500 meter sebelah barat Stasiun Wilangan, Kabupaten Nganjuk. Saat itu, KA tersebut dimasinisi Rohendi, asal Purwokerto, Jawa Tengah.

Tiga gerbong yang terguling berada di belakang, yakni gerbong nomor 9, 10, dan 11. Tiga gerbong itu terlepas sekitar 100 meter dari gerbong depan dan terguling di dataran lebih rendah. Kondisi rel lepas dari beton penahan hingga sepanjang 100 meter.

Rangkaian gerbong nomor 5, 6, 7, dan 8 juga keluar (anjlok) dari rel. Jaraknya sekitar 300 meter dari tiga gerbong paling belakang yang terguling. Sementara itu, lokomotif dan rangkaian gerbong nomor 1, 2, 3, dan 4 berhenti di Stasiun Wilangan, Nganjuk.

Kondisi rel sebelah utara rusak sepanjang sekitar 10 meter. Rel tidak lagi menempel pada bantalan beton alias pecah. Bahkan, bantalan rel ambles.

Korban tewas berada di tiga gerbong terguling. Tiga di antaranya diduga meninggal karena tertimpa para penumpang lain. Satu jenazah ditemukan tewas di luar gerbong. Dua lainnya tewas mengenaskan di gerbong nomor 1 karena tubuh mereka tergencet gerbong. ''Mungkin mereka hendak melompat,'' ujar Hamid, salah seorang penumpang yang selamat.

Hingga petang kemarin, evakuasi dua korban tergencet masih berlangsung. Petugas dari Polsek Wilangan, Polsek Saradan, Polres Madiun, dan Polres Nganjuk langsung turun ke lokasi. Bersama warga, para petugas berusaha mengevakuasi penumpang dan korban.

Selama evakuasi, petugas berhati-hati. Sebab, posisi gerbong 10 dan 11 miring. Dikhawatirkan, gerbong ambles dan mengenai warga.

Penumpang yang selamat menduga kecelakaan itu dipicu oleh putusnya pengait atau sambungan KA. Tepatnya antara gerbong 8 dan 9. Saat itu, KA Logawa melaju dari arah barat atau Madiun menuju Jember. ''Tiba-tiba saja ada getaran, lalu KA terguling. Mungkin karena sambungan antargerbong putus,'' kata Sudarsono, penumpang yang selamat.

The Giok Tjan, penumpang lain yang selamat, menuturkan, sebelum terguling, gerbong KA sempat bergetar. Saat itulah dirinya bersama penumpang lain di gerbong 11 panik dan berusaha menyelamatkan diri. ''Mungkin saat itu sambungan antargerbong putus,'' ujarnya.

Damirah, 45, salah seorang warga, menceritakan bahwa saat kecelakaan tersebut dia berada di warung miliknya. Saat itu dia mendengar suara kereta hendak lewat. Namun, tiba-tiba dia terkejut saat mendengar bunyi dentuman keras dari arah rel KA di belakang warungnya. ''Suaranya keras sekali,'' ujar Damirah yang saat itu terjengkang dari tempat duduknya. Dia bergegas ke belakang dan melihat lokomotif serta beberapa gerbong KA kereta berhenti di belakang rumahnya.

Karyoto, penumpang KA, bertutur bahwa saat itu dia bersama keluarganya berada di gerbong kedua dari belakang yang terguling. Dia terkejut saat KA tiba-tiba anjlok. Belum hilang keterkejutannya, tiba-tiba KA dengan nomor loko CC 20156 tersebut miring sebelum akhirnya terguling.

Menurut Karyoto, saat itu penumpang berteriak histeris. Begitu kereta tak bergerak, mereka berebut keluar untuk menyelamatkan diri. ''Suasananya tidak karuan. Semua bingung,'' ungkap pria asal Desa Kedungwulu, Kecamatan Pati Krajan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang hendak ke Jember itu. Dia langsung menyelamatkan keluarganya. Lantaran gerbong terguling, penumpang harus susah payah keluar melalui lorong gerbong.

Hingga pukul 20.30, gerbong yang terguling belum dievakuasi. PT KA memprioritaskan perbaikan rel. ''Perbaikan rel dilakukan hingga pukul 24.00,'' kata Humas PT KA Daop VII Madiun Hariyono Wirotomo. Saat perbaikan berlangsung, jalur KA dialihkan ke utara. KA jurusan Surabaya-Jakarta dilewatkan jalur Gresik, Bojonegoro, Cepu, Semarang, dan Jakarta. Hariyono memastikan korban kecelakaan sepenuhnya dapat santunan dari PT KA.

Sementara itu, KA Cirebon Ekspres menyambar mobil Toyota Avanza hitam nopol D 1035 XH berpenumpang enam orang di perlintasan tanpa palang pintu di Blok Nomik, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Saat itu, KA melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.

Tiga penumpang mobil tewas dan tiga lainnya luka berat. Korban tewas adalah Adi, 30, asal Makassar; Devi Hendiyana, 32, warga Cimahi; dan Dadan, 29, asal Bandung. Sedangkan korban luka berat adalah Caca, 30, asal Bandung; Medi, 27, warga Bandung; dan Agus Rohman, 28, warga Sumedang. Seluruh korban dilarikan ke RS Bhayangkara, Indramayu.

Berdasar informasi yang dihimpun Radar Cirebon (Jawa Pos Group), seluruh korban merupakan teknisi sebuah perusahaan telepon seluler. Saat itu mereka baru selesai memperbaiki salah satu tower instalasi di Desa Kedokan Gabus, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Dari sana, rombongan melaju ke arah Kecamatan Terisi.

Nahas terjadi ketika mereka sampai di perlintasan KA tanpa palang pintu di Blok Nomik. Mobil yang mereka tumpangi ditabrak KA. Akibat kencangnya tabrakan, mobil terlempar hingga beberapa meter. Mobil itu nyaris tertabrak KA lain. Saat itu, melaju KA barang dari arah Cirebon pada saat bersamaan. Untung, KA barang tersebut akhirnya berhenti setelah sejumlah warga memberikan aba-aba kepada masinis.

Dua penumpang mobil tewas seketika setelah terpelanting ke areal sawah di pinggir rel. Keduanya adalah Adi dan Devi. Sedangkan Dadan meninggal di RS Bhayangkara, Losarang, Indramayu. ''Yang tewas di TKP dua orang, satu lagi meninggal di RS,'' terang Kapolsek Cikedung AKP Wawan Suhendar.

Dia menduga kecelakaan tersebut terjadi karena pengemudi mobil Toyota Avanza tidak mengetahui adanya KA yang melaju. Padahal, sejumlah saksi mata mengingatkan sopir agar tidak menyeberangi rel karena KA akan lewat. (ery/fik/irw/kho/jpnn/c3/c5/dwi)