Saturday, October 11, 2008
Kabar Dari Kampung ,Banjir Ancam Madiun Barat
Bantuan Pompa Perum GAS Sogaten Belum Terealisasi MADIUN - Ternyata, tidak hanya kawasan Madiun timur saja yang rawan banjir.
Warga di Kelurahan Sogaten, khususnya yang menghuni Perumahan Griya Asri Sejahtera (GAS) juga ketir-ketir dengan datangnya musim penghujan kali ini. Sebab, setiap tahun dipastikan kompleks perumahan itu terendam air. Apalagi, saat banjir besar melanda wilayah Madiun akhir tahun lalu, kawasan tersebut terendam air hingga dua hari.
Masyarakat setempat juga dua kali merasakan banjir susulan pada awal tahun 2008. Untuk mengantisipasi air masuk ke rumah, sejumlah warga sudah membuat tanggul di pintu masuk rumah. Selain itu, beberapa warga juga merenovasi rumah dengan harapan terbebas dari genangan air. ''Kalau nggak dibuat tanggul, ya rumah bagian depan ditinggikan,'' ujar Edi, warga Perum GAS, kemarin (10/10).
Meski pemkot sudah memperbaiki saluran dan peningkatan jalan utama akses menuju perumahan, warga tidak lagi percaya diri kawasan tersebut terbebas banjir. Bahkan, pembangunan saluran air itu, sempat dikeluhkan lantaran dinilai justru memperparah banjir. Pasalnya, air hujan dari wilayah sekitar masuk ke saluran air.
Sementara, jaringan tersier tidak mampu menampung air yang masuk dari drainase.Menyikapi keluhan warga tersebut, Komisi III DPRD Kota Madiun sidak ke lokasi drainase perumahan. Komisi yang membidangi masalah pembangunan ini juga meminta keterangan dari Lurah Sogaten soal kondisi di wilayahnya. ''Memang ada keluhan seperti itu. Dan kami sudah mengusulkan agar saluran pembuangan diperlebar untuk tahun 2009,'' ungkap Sugiono Lurah Sogaten.
Solusi lain, pihak kelurahan mengaku mendapat bantuan pompa air dari pemkot. Pompa tersebut direncanakan untuk menyedot air dari saluran pembuangan ke Kali Madiun. Sehingga pembuangan air jadi lebih lancar dan cepat. ''Pompa itu lungsuran dari Kelurahan Madiun Lor tapi kondisinya masih bagus. Katanya tahun ini diberikan tapi belum tahu kapan,'' katanya.Komisi III meminta kepada pemerintahan kelurahan agar proaktif menagih ke pemkot.
Supaya dalam waktu dekat pompa tersebut bisa segera difungsikan. ''Pihak kelurahan harus koordinasi terus dengan pemkot supaya bisa segera terealisasi,'' ujar Setyo Bagus Nugroho, Sekretaris Komisi III.
Sementara itu, komisi ini juga menegaskan agar titik-titik rawan banjir segera mendapat perhatian. Untuk mengantisipasi terjadinya banjir saat curah hujan mulai tinggi. ''Kalau memang pompa air bisa mengurangi volume air ya sebaiknya segera direalisasi,'' tambah Marsidi Rosyid, Ketua Komisi III.
Dewan juga mengecek upaya pemkot mengantisipasi banjir di wilayah Madiun timur. Saat ini, tengah dilakukan normalisasi Kali Sono berupa pengerukan. Ini dilakukan karena anak sungai Kali Madiun ini jadi jujugan air dari lereng Wilis. Dan saat curah hujan tinggi, hampir dipastikan air yang melewati sungai ini meluber ke kawasan sekitarnya. (yup/rif)
Warga di Kelurahan Sogaten, khususnya yang menghuni Perumahan Griya Asri Sejahtera (GAS) juga ketir-ketir dengan datangnya musim penghujan kali ini. Sebab, setiap tahun dipastikan kompleks perumahan itu terendam air. Apalagi, saat banjir besar melanda wilayah Madiun akhir tahun lalu, kawasan tersebut terendam air hingga dua hari.
Masyarakat setempat juga dua kali merasakan banjir susulan pada awal tahun 2008. Untuk mengantisipasi air masuk ke rumah, sejumlah warga sudah membuat tanggul di pintu masuk rumah. Selain itu, beberapa warga juga merenovasi rumah dengan harapan terbebas dari genangan air. ''Kalau nggak dibuat tanggul, ya rumah bagian depan ditinggikan,'' ujar Edi, warga Perum GAS, kemarin (10/10).
Meski pemkot sudah memperbaiki saluran dan peningkatan jalan utama akses menuju perumahan, warga tidak lagi percaya diri kawasan tersebut terbebas banjir. Bahkan, pembangunan saluran air itu, sempat dikeluhkan lantaran dinilai justru memperparah banjir. Pasalnya, air hujan dari wilayah sekitar masuk ke saluran air.
Sementara, jaringan tersier tidak mampu menampung air yang masuk dari drainase.Menyikapi keluhan warga tersebut, Komisi III DPRD Kota Madiun sidak ke lokasi drainase perumahan. Komisi yang membidangi masalah pembangunan ini juga meminta keterangan dari Lurah Sogaten soal kondisi di wilayahnya. ''Memang ada keluhan seperti itu. Dan kami sudah mengusulkan agar saluran pembuangan diperlebar untuk tahun 2009,'' ungkap Sugiono Lurah Sogaten.
Solusi lain, pihak kelurahan mengaku mendapat bantuan pompa air dari pemkot. Pompa tersebut direncanakan untuk menyedot air dari saluran pembuangan ke Kali Madiun. Sehingga pembuangan air jadi lebih lancar dan cepat. ''Pompa itu lungsuran dari Kelurahan Madiun Lor tapi kondisinya masih bagus. Katanya tahun ini diberikan tapi belum tahu kapan,'' katanya.Komisi III meminta kepada pemerintahan kelurahan agar proaktif menagih ke pemkot.
Supaya dalam waktu dekat pompa tersebut bisa segera difungsikan. ''Pihak kelurahan harus koordinasi terus dengan pemkot supaya bisa segera terealisasi,'' ujar Setyo Bagus Nugroho, Sekretaris Komisi III.
Sementara itu, komisi ini juga menegaskan agar titik-titik rawan banjir segera mendapat perhatian. Untuk mengantisipasi terjadinya banjir saat curah hujan mulai tinggi. ''Kalau memang pompa air bisa mengurangi volume air ya sebaiknya segera direalisasi,'' tambah Marsidi Rosyid, Ketua Komisi III.
Dewan juga mengecek upaya pemkot mengantisipasi banjir di wilayah Madiun timur. Saat ini, tengah dilakukan normalisasi Kali Sono berupa pengerukan. Ini dilakukan karena anak sungai Kali Madiun ini jadi jujugan air dari lereng Wilis. Dan saat curah hujan tinggi, hampir dipastikan air yang melewati sungai ini meluber ke kawasan sekitarnya. (yup/rif)
TKI ELEGAL DI DAKWA MERAMPOK
KUALA LUMPUR 10 Okt. - TKI elegal Di hadapkan ke pengadilan Sesyen Kuala Lumpur setelah di dakwa melakukan rampokan berkumpulan terhadap seorang lelaki warga Bangladesh, kira-kira dua minggu lalu.
Misraha, 21, bersama seorang lagi temannya yang masi kabur didakwa merampok secara berkumpulan terhadap MD. Bakarul Islam Khan dengan melarikan hp Nokia N81.
Dia didakwa melakukan perbuatan itu di belakang Restoran Charis, Jalan Tun Tan Siew Sin di sini pada kira-kira pukul 3 petang, 28 September lalu.
Jaksa Penuntut Umum , Syaiful Nazrin Mohd. Rahim pengajukan tuntutan pasal 395 Kanun Keseksaan yang memperuntukan hukuman penjara 20 tahun dan cambuk jika di dapati bersalah.
Misraha juga didakwa di bawah pasal 6(1)(c) uu Imigresen 1959/1963 kerana berada di Malaysia tanpa sebarang dokumen dan permit yang sah.
Tertuduh bagaimanapun mengaku bersalah bagi pertuduhan yang memperuntukan hukuman denda tidak melebihi RM5,000 atau penjara lima tahun atau kedua-duanya.
Tiada sebarang jaminan ditawarkan. Mahkamah menetapkan 13 November ini untuk penggil kembali kasusnya.
Misraha, 21, bersama seorang lagi temannya yang masi kabur didakwa merampok secara berkumpulan terhadap MD. Bakarul Islam Khan dengan melarikan hp Nokia N81.
Dia didakwa melakukan perbuatan itu di belakang Restoran Charis, Jalan Tun Tan Siew Sin di sini pada kira-kira pukul 3 petang, 28 September lalu.
Jaksa Penuntut Umum , Syaiful Nazrin Mohd. Rahim pengajukan tuntutan pasal 395 Kanun Keseksaan yang memperuntukan hukuman penjara 20 tahun dan cambuk jika di dapati bersalah.
Misraha juga didakwa di bawah pasal 6(1)(c) uu Imigresen 1959/1963 kerana berada di Malaysia tanpa sebarang dokumen dan permit yang sah.
Tertuduh bagaimanapun mengaku bersalah bagi pertuduhan yang memperuntukan hukuman denda tidak melebihi RM5,000 atau penjara lima tahun atau kedua-duanya.
Tiada sebarang jaminan ditawarkan. Mahkamah menetapkan 13 November ini untuk penggil kembali kasusnya.
Thursday, October 9, 2008
Lebaran Ketupat, dari Mana Tradisi ini Berasal?
Ketupat identik sebagai hidangan spesial Lebaran, diperkirakan tradisi ini berasal dari saat Islam masuk ke tanah Jawa. Masyarakat Jawa mempercayai Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan ketupat.
Kata “ketupat” atau “kupat” berasal dari kata bahasa Jawa “ngaku lepat” yang berarti “mengakui kesalahan”. Sehingga dengan ketupat sesama muslim diharapkan mengakui kesalahan dan saling memaafkan serta melupakan kesalahan dengan cara memakan ketupat tersebut.
Tradisi lebaran ketupat yang diselenggarakan pada hari ke tujuh bulan syawal juga merupakan tradisi khas Indonesia yang biasa disebut sebagai “hari raya kecil” setelah melakukan puasa syawal selama 6 hari atau puasa kecil dibandingkan dengan Idul Fitri yang didahului puasa Ramadhan selama 1 bulan..
Sesuai dengan sunnah nabi, setelah memperingati Idul Fitri, umat Islam disunnahkan puasa selama 6 hari, yang bagi umat Islam di Indonesia kemudian diperingati sebagai bakda kupat.
Di daerah pedesaan, ketupat masih dibuat sendiri oleh tangan-tangan terampil para ibu dan gadis, namun di daerah perkotaan yang sudah sulit untuk memperoleh janur atau daun kelapa yang masih muda, ketrampilan ini sudah hilang dan masyarakat lebih suka membeli selongsong ketupat di pasar atau bahkan membeli dalam bentuk ketupat yang sudah masak. Lalu ketupat tersebut diantarkan kepada sanak saudara sebagai lambang permohonan maaf dan silaturrahmi.
Banyak makna filosofis yang dikandung dalam makanan ketupat ini. Bungkus yang dibuat dari janur kuning melambangkan penolak bala bagi orang Jawa sedangkan bentuk segi empat mencerminkan prinsip “kiblat papat lima pancer”, yang bermakna bahwa ke mana pun manusia menuju, pasti selalu kembali kepada Allah.
Sebagian masyarakat juga memaknai rumitnya anyaman bungkus ketupat mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia sedangkan warna putih ketupat ketika dibelah dua mencerminkan kebersihan dan kesucian setelah mohon ampun dari kesalahan. Beras sebagai isi ketupat diharapkan menjadi lambang kemakmuran setelah hari raya.
Pada masa lalu, terdapat tradisi unik yang berbau mistis, namun kini sudah jarang ditemukan. Ketupat juga dianggap sebagai penolak bala, yaitu dengan menggantungkan ketupat yang sudah matang di atas kusen pintu depan rumah, biasanya bersama pisang, dalam jangka waktu berhari-hari, bahkan berulan-bulan sampai kering.
Biasanya, ketupat disajikan bersama opor ayam dan sambal goreng. Ini pun ternyata ada makna filosofisnya. Opor ayam menggunakan santan sebagai salah satu bahannya. Santan, dalam bahasa Jawa disebut dengan santen yang mempunya makna “pangapunten” alias memohon maaf.
Saking dekatnya kupat dengan santen ini, ada pantun yang sering dipake pada kata-kata ucapan Idul Fitri:
Mangan kupat nganggo santen. Menawi lepat, nyuwun pangapunten. (Makan ketupat pakai santan. Bila ada kesalahan mohon dimaafkan.)
Ketupat sendiri telah berkembang akibat kreatifitas kuliner di beberapa daerah. Beberapa jenis ketupat yang ada saat ini diantaranya adalah.
1. Ketupek Katan KapauKatupek katan yang khas Kapau, yaitu ketupat ketan berukuran kecil yang dimasak dalam santan berbumbu. Ketupat ketan adalah versi rebus dari lemang. Santannya menjadi sampai kental sekali dan merasuk ke dalam ketupat. Ketupat kentan ini bisa dimakan sebagai dessert, tetapi juga bisa dimakan dengan lauk pedas, misalnya gulai itik cabe hijau atau rendang.
2. Ketupat GlabedAda lagi sajian rakyat lain di Tegal yang sangat populer, yaitu Kupat Glabed. Kali ini bukan ketupat dari desa Glabed. Kupat glabed adalah ketupat yang dimakan dengan kuah kuning kental. Glabed sendiri sebenarnya berasal dari ucapan orang Tegal bila mengekspresikan kuah yang kental ini. Glabed-glabed!Ketupatnya dipotong-potong, dibubuhi tempe goreng, dan disiram dengan kuah glabed. Tambahkan sambal bila ingin citarasa pedas. Topping-nya adalah kerupuk mi yang terbuat dari tepung singkong dan taburan bawang goreng. Sebagai lauknya, Kupat Glabed selalu didampingi dengan sate ayam atau sate kerang.
3. Ketupat Betawi (Bebanci)Masakan paling khas dan unik yang dimiliki masyarakat Betawi adalah ketupat bebanci. Sesuai dengan namanya, ketupat bebanci adalah masakan dengan unsur utama ketupat. Ketupat ini disantap dengan kuah santan berisi daging sapi dan diberi aneka bumbu seperti kemiri, bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah-rempah. Sayangnya saat ini sudah sangat sulit menemukan penjual ketupat ini.
4. Ketupat Blegong (Tegal)Kupat Blengong (Kupat Glabed dengan daging Blengong, Blengong=Keturunan hasil perkawinan Bebek dan Angsa)
5. Ketupat Bongko (Tegal)Kupat Bongko adalah Ketupat dengan sayur tempe yang telah diasamkan.
6. Ketupat cabuk rambak (Solo).Cabuk rambak adalah ketupat nasi yang diiris tipis-tipis, dan disiram dengan sedikit sambal wijen (dicampur kemiri dan kelapa parut yang terlebih dulu digongseng). Ada yang menyukai sambal yang sangat pedas, ada yang menyukai rasa sambal yang gurih. Rasa sambalnya memang sangat khas. Hidangan ini disajikan dengan kerupuk nasi yang disebut karak.
7 Ketupat/lontong SayurLontong Sayur. Biasanya Lontong sayur itu artinya santan kental yang gurih, tapi kalo mau sehat (baca: engga mau makan santan) dikasih soun, telur rebus dan ditaburi bawang goreng.
Kata “ketupat” atau “kupat” berasal dari kata bahasa Jawa “ngaku lepat” yang berarti “mengakui kesalahan”. Sehingga dengan ketupat sesama muslim diharapkan mengakui kesalahan dan saling memaafkan serta melupakan kesalahan dengan cara memakan ketupat tersebut.
Tradisi lebaran ketupat yang diselenggarakan pada hari ke tujuh bulan syawal juga merupakan tradisi khas Indonesia yang biasa disebut sebagai “hari raya kecil” setelah melakukan puasa syawal selama 6 hari atau puasa kecil dibandingkan dengan Idul Fitri yang didahului puasa Ramadhan selama 1 bulan..
Sesuai dengan sunnah nabi, setelah memperingati Idul Fitri, umat Islam disunnahkan puasa selama 6 hari, yang bagi umat Islam di Indonesia kemudian diperingati sebagai bakda kupat.
Di daerah pedesaan, ketupat masih dibuat sendiri oleh tangan-tangan terampil para ibu dan gadis, namun di daerah perkotaan yang sudah sulit untuk memperoleh janur atau daun kelapa yang masih muda, ketrampilan ini sudah hilang dan masyarakat lebih suka membeli selongsong ketupat di pasar atau bahkan membeli dalam bentuk ketupat yang sudah masak. Lalu ketupat tersebut diantarkan kepada sanak saudara sebagai lambang permohonan maaf dan silaturrahmi.
Banyak makna filosofis yang dikandung dalam makanan ketupat ini. Bungkus yang dibuat dari janur kuning melambangkan penolak bala bagi orang Jawa sedangkan bentuk segi empat mencerminkan prinsip “kiblat papat lima pancer”, yang bermakna bahwa ke mana pun manusia menuju, pasti selalu kembali kepada Allah.
Sebagian masyarakat juga memaknai rumitnya anyaman bungkus ketupat mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia sedangkan warna putih ketupat ketika dibelah dua mencerminkan kebersihan dan kesucian setelah mohon ampun dari kesalahan. Beras sebagai isi ketupat diharapkan menjadi lambang kemakmuran setelah hari raya.
Pada masa lalu, terdapat tradisi unik yang berbau mistis, namun kini sudah jarang ditemukan. Ketupat juga dianggap sebagai penolak bala, yaitu dengan menggantungkan ketupat yang sudah matang di atas kusen pintu depan rumah, biasanya bersama pisang, dalam jangka waktu berhari-hari, bahkan berulan-bulan sampai kering.
Biasanya, ketupat disajikan bersama opor ayam dan sambal goreng. Ini pun ternyata ada makna filosofisnya. Opor ayam menggunakan santan sebagai salah satu bahannya. Santan, dalam bahasa Jawa disebut dengan santen yang mempunya makna “pangapunten” alias memohon maaf.
Saking dekatnya kupat dengan santen ini, ada pantun yang sering dipake pada kata-kata ucapan Idul Fitri:
Mangan kupat nganggo santen. Menawi lepat, nyuwun pangapunten. (Makan ketupat pakai santan. Bila ada kesalahan mohon dimaafkan.)
Ketupat sendiri telah berkembang akibat kreatifitas kuliner di beberapa daerah. Beberapa jenis ketupat yang ada saat ini diantaranya adalah.
1. Ketupek Katan KapauKatupek katan yang khas Kapau, yaitu ketupat ketan berukuran kecil yang dimasak dalam santan berbumbu. Ketupat ketan adalah versi rebus dari lemang. Santannya menjadi sampai kental sekali dan merasuk ke dalam ketupat. Ketupat kentan ini bisa dimakan sebagai dessert, tetapi juga bisa dimakan dengan lauk pedas, misalnya gulai itik cabe hijau atau rendang.
2. Ketupat GlabedAda lagi sajian rakyat lain di Tegal yang sangat populer, yaitu Kupat Glabed. Kali ini bukan ketupat dari desa Glabed. Kupat glabed adalah ketupat yang dimakan dengan kuah kuning kental. Glabed sendiri sebenarnya berasal dari ucapan orang Tegal bila mengekspresikan kuah yang kental ini. Glabed-glabed!Ketupatnya dipotong-potong, dibubuhi tempe goreng, dan disiram dengan kuah glabed. Tambahkan sambal bila ingin citarasa pedas. Topping-nya adalah kerupuk mi yang terbuat dari tepung singkong dan taburan bawang goreng. Sebagai lauknya, Kupat Glabed selalu didampingi dengan sate ayam atau sate kerang.
3. Ketupat Betawi (Bebanci)Masakan paling khas dan unik yang dimiliki masyarakat Betawi adalah ketupat bebanci. Sesuai dengan namanya, ketupat bebanci adalah masakan dengan unsur utama ketupat. Ketupat ini disantap dengan kuah santan berisi daging sapi dan diberi aneka bumbu seperti kemiri, bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah-rempah. Sayangnya saat ini sudah sangat sulit menemukan penjual ketupat ini.
4. Ketupat Blegong (Tegal)Kupat Blengong (Kupat Glabed dengan daging Blengong, Blengong=Keturunan hasil perkawinan Bebek dan Angsa)
5. Ketupat Bongko (Tegal)Kupat Bongko adalah Ketupat dengan sayur tempe yang telah diasamkan.
6. Ketupat cabuk rambak (Solo).Cabuk rambak adalah ketupat nasi yang diiris tipis-tipis, dan disiram dengan sedikit sambal wijen (dicampur kemiri dan kelapa parut yang terlebih dulu digongseng). Ada yang menyukai sambal yang sangat pedas, ada yang menyukai rasa sambal yang gurih. Rasa sambalnya memang sangat khas. Hidangan ini disajikan dengan kerupuk nasi yang disebut karak.
7 Ketupat/lontong SayurLontong Sayur. Biasanya Lontong sayur itu artinya santan kental yang gurih, tapi kalo mau sehat (baca: engga mau makan santan) dikasih soun, telur rebus dan ditaburi bawang goreng.
120 Ribu Pemudik Tinggalkan Madiun
Sepekan setelah Idul Fitri, Stasiun Kereta Api Madiun masih dipadati penumpang. Sejak H+1 lebaran, tercatat 120 ribu lebih pemudik meninggalkan Madiun menggunakan jasa kereta api. Pada H+6 saja, penjualan tiket kereta masih cukup tinggi yaitu 19.508.
Jumlah ini tidak terpaut jauh dengan jumlah penumpang pada puncak mudik pada H+3 dan H+4. ''Dibanding tahun lalu, volume komulatif penumpang 15 persen lebih banyak,'' ungkap Eko Budianto, Kepala Humas PT KAI Daops VII Madiun kemarin (8/10).
Sejumlah penumpang mengaku kecele melihat padatnya calon penumpang di stasiun, kemarin. Mereka mengira melewati puncak arus balik penumpang telah sepi. Ternyata ruang tunggu stasiun terus dipadati penumpang sejak pagi hingga sore. ''Sudah dapat tiket tapi nggak kebagian tempat duduk.
Saya kira sudah sepi,'' keluh Rini, penumpang asal Sirapan, Madiun, yang mengaku mengantar kerabatnya ke Brebes.Lantaran jumlah penumpang masih cukup banyak, PT KAI masih mengoperasionalkan kereta ekstra lebaran. Dua rangkaian kereta lebaran yaitu KA Mantab (Madiun-Tanah Abang) Lebaran dan KA Brantas yang diberangkatkan pada pukul 16.30 langsung diserbu penumpang.
Mereka rela menunggu berjam-jam didalam gerbong ekstra demi mendapat tempat duduk yang nyaman. ''Tiap gerbong ada toleransi kelebihan penumpang. Yaitu 50 persen untuk kelas ekonomi dan 25 persen untuk kelas bisnis,'' jelas Eko.
Membludaknya jumlah penumpang KA ternyata dimanfaatkan oleh para penumpang gelap. Ratusan penumpang tak bertiket tertangkap tangan petugas setiap kali operasi digelar. Akibatnya, PT KAI mengaku rugi ratusan juta rupiah. ''Kami tidak menyebut kerugian. Tapi potensi kehilangan pendapatan,'' tegasnya.Dicontohkan dari operasi yang digelar tanggal H+3 lalu sedikitnya 200 penumpang tak bertiket terjaring razia di KA Bangunkarta.
KA Bisnis ini diketahui pasang tarif Rp 200 ribu per kursi. Ini berarti PT KAI kehilangan pendapatan tidak kurang Rp 40 juta. Pada hari yang sama di KA Eksekutif Gajahyana terjaring 80 orang penumpang gelap.
Padahal tiket Gajahyana dipatok Rp 400 ribu. ''Sehari saja sudah lebih dari Rp 70 juta. Kalau selama lebaran ya bisa ratusan juta,''. ujar Eko.
Mereka rata-rata terjaring di KA kelas bisnis dan eksekutif. Meskipun sempat berkilah dengan berbagai alasan para penumpang gelap itu dipaksa turun. ''Sebagai aparat mestinya mereka memberi contoh yang baik.
Tapi malah seperti itu,'' katanya.Bagi anggota TNI, lanjutnya, PT KAI sebenarnya sudah memberlakukan potongan harga tiket.
Dengan menunjukkan kartu tanda anggota (KTA), petugas loket akan memberikan harga lebih murah dari tarif biasa. ''Kami sebenarnya sudah memberi keringanan kalau mereka mau beli tiket. Tapi setiap lebaran masih saja ada yang naik tanpa tiket,'' tandasnya
Jumlah ini tidak terpaut jauh dengan jumlah penumpang pada puncak mudik pada H+3 dan H+4. ''Dibanding tahun lalu, volume komulatif penumpang 15 persen lebih banyak,'' ungkap Eko Budianto, Kepala Humas PT KAI Daops VII Madiun kemarin (8/10).
Sejumlah penumpang mengaku kecele melihat padatnya calon penumpang di stasiun, kemarin. Mereka mengira melewati puncak arus balik penumpang telah sepi. Ternyata ruang tunggu stasiun terus dipadati penumpang sejak pagi hingga sore. ''Sudah dapat tiket tapi nggak kebagian tempat duduk.
Saya kira sudah sepi,'' keluh Rini, penumpang asal Sirapan, Madiun, yang mengaku mengantar kerabatnya ke Brebes.Lantaran jumlah penumpang masih cukup banyak, PT KAI masih mengoperasionalkan kereta ekstra lebaran. Dua rangkaian kereta lebaran yaitu KA Mantab (Madiun-Tanah Abang) Lebaran dan KA Brantas yang diberangkatkan pada pukul 16.30 langsung diserbu penumpang.
Mereka rela menunggu berjam-jam didalam gerbong ekstra demi mendapat tempat duduk yang nyaman. ''Tiap gerbong ada toleransi kelebihan penumpang. Yaitu 50 persen untuk kelas ekonomi dan 25 persen untuk kelas bisnis,'' jelas Eko.
Membludaknya jumlah penumpang KA ternyata dimanfaatkan oleh para penumpang gelap. Ratusan penumpang tak bertiket tertangkap tangan petugas setiap kali operasi digelar. Akibatnya, PT KAI mengaku rugi ratusan juta rupiah. ''Kami tidak menyebut kerugian. Tapi potensi kehilangan pendapatan,'' tegasnya.Dicontohkan dari operasi yang digelar tanggal H+3 lalu sedikitnya 200 penumpang tak bertiket terjaring razia di KA Bangunkarta.
KA Bisnis ini diketahui pasang tarif Rp 200 ribu per kursi. Ini berarti PT KAI kehilangan pendapatan tidak kurang Rp 40 juta. Pada hari yang sama di KA Eksekutif Gajahyana terjaring 80 orang penumpang gelap.
Padahal tiket Gajahyana dipatok Rp 400 ribu. ''Sehari saja sudah lebih dari Rp 70 juta. Kalau selama lebaran ya bisa ratusan juta,''. ujar Eko.
Mereka rata-rata terjaring di KA kelas bisnis dan eksekutif. Meskipun sempat berkilah dengan berbagai alasan para penumpang gelap itu dipaksa turun. ''Sebagai aparat mestinya mereka memberi contoh yang baik.
Tapi malah seperti itu,'' katanya.Bagi anggota TNI, lanjutnya, PT KAI sebenarnya sudah memberlakukan potongan harga tiket.
Dengan menunjukkan kartu tanda anggota (KTA), petugas loket akan memberikan harga lebih murah dari tarif biasa. ''Kami sebenarnya sudah memberi keringanan kalau mereka mau beli tiket. Tapi setiap lebaran masih saja ada yang naik tanpa tiket,'' tandasnya