Sunday, May 18, 2008

Puntung Rokok Bakar Kapal 769 Penumpang


SAMPIT - Tragedi angkutan penumpang umum kembali terjadi. Kali ini menimpa kapal penumpang angkutan laut. Kapal feri berjenis roro (roll of - roll on), KM Dharma Kencana I, milik PT Dharma Lautan Utama, terbakar hebat di sekitar perairan Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, sekitar 40 kilometer arah selatan Kota Sampit, Kalimantan Tengah, kemarin (18/5) sekitar pukul 12.45 WIB.
Dugaan sementara, api berasal dari puntung rokok salah satu penumpang.Kapal yang dinakhodai Matheuez Anton Kurniawan Saputra itu sesuai dengan manifes mengangkut 734 penumpang. Mereka terdiri atas 668 penumpang dewasa, 22 anak-anak, dan 22 bayi, serta 22 ABK (Anak Buah Kapal) dan 35 orang pekerja eksternal kapal.
Total 769 penumpang. Selain itu, kapal mengangkut 35 kendaraan. Rinciannya, 8 sedan, 6 alat berat, 14 truk, 3 truk tronton, dan 4 truk fuso.Api hanya membakar bagian dek atas kapal, sehingga puluhan mobil yang berada di dek bawah hingga palka terselamatkan. Laporan sementara dari Kalteng Pos (Grup Jawa Pos), tidak ada korban jiwa. Namun, 95 penumpang terluka.
Dari jumlah itu, tiga orang patah tulang, 1 trauma, 21 orang rawat jalan, dan 70 sisanya hanya luka ringan. Para korban mendapat perawatan intensif di RSU dr Murjani Sampit dan beberapa puskesmas terdekat dengan lokasi kejadian. Kapal terbakar saat memasuki perairan Sungai Mentaya.
Tepatnya di sekitar boy satu, yang berada di sekitar Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, akan merapat di Pelabuhan Sampit, dan melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Belum ada penjelasan resmi menyangkut penyebab utama munculnya api, yang menghanguskan bagian dek penumpang.
Informasi yang dihimpun Kalteng Pos menyebutkan, api diduga dari puntung rokok salah satu penumpang. Puntung tersebut jatuh ke tumpukan tali kapal. Embusan angin yang kencang membuat bara api pada puntung tersebut menyala hingga membakar seluruh gulungan tali kapal.Api yang berkobar dari buritan kapal di dek atas langsung menjalar ke bagian kapal lain.
Upaya pemadaman yang terlambat menyebabkan api terus berkobar dan secara bertahap membakar bagian-bagian kapal di dek atas.Saat api berkobar, hanya sebagian kecil penumpang yang tahu.
Pihak ABK, kata sejumlah penumpang yang diwawancarai koran ini, tidak mengumumkan bahaya yang terjadi. Penumpang hanya disuruh kembali ke tempat masing-masing dan dilarang melakukan apa pun.
Asap tebal dari kapal yang terlihat jelas dari dermaga Pelabuhan Pasar Samuda, menarik perhatian sejumlah motoris kelotok penyeberangan yang sandar di dermaga. Tanpa dikomando, mereka langsung menghidupkan mesin kelotoknya dan melaju ke arah kapal. Menyadari apa yang terjadi, para penumpang langsung panik.
Mereka berebut naik ke perahu motor nelayan untuk menyelamatkan diri. Karena berdesakan, tidak sedikit yang terjatuh. Mereka menderita luka berat dan luka ringan. Beberapa di antaranya terjun ke air, tanpa sempat membawa barang bawaan. Para penumpang dievakuasi di sejumlah tempat, seperti di kawasan Pasar Besar Samuda, Pos Polair Samuda dan Kantor Adpel (Administrator Pelabuhan) Samuda.
Para penumpang lantas dibawa ke Kota Sampit, dengan mobil angkutan yang disiapkan Pemkab Kotim.Karena lokasi kejadian tidak jauh dari kota, upaya penyelamatan terbilang sangat cepat. Baik pemadaman api maupun evakuasi penumpang. Petugas bersama masyarakat bahu-membahu mengatasi kebarakan itu. Puluhan mobil ambulans disiapkan untuk mengevakuasi penumpang yang terluka-luka dan perlu segera mendapat perawatan medis.
Terbakarnya KM Dharma Kencana I mengantarkan para ABK berurusan dengan polisi. Kini, 22 ABK diamankan di Polairud Polda Kalteng untuk dimintai keterangan.Saat diperiksa Polairud, kondisi para ABK terlihat belum stabil. Di antara para ABK, nakhoda kapal Matheuez Anton Kurniawan Saputra terlihat paling tegang. Dia kesulitan menjawab setiap pertanyaan petugas. "Api pertama terlihat dari gulungan tali jangkar di buritan kapal," tutur Matheuez. Kaur Bin Ops Dit Polairud Polda Kalteng Kompol Teguh Eko Yulianto saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya masih menyelidiki kejadian itu.
Teguh belum berani menyebutkan adanya tersangka atau tidak. "Kasus ini masih dalam penyelidikan dan ditangani Polairud karena peristiwanya di air. Tetapi, Polairud tetap berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya," sebutnya.Dalam penanganan korban, lanjut Teguh, pihaknya menurunkan empat kapal ditambah kapal dari Pos AL (angkatan laut), KP3, polsek, dan banyak pihak lain.
"Semua bergerak cepat menolong para penumpang agar tidak ada korban," cetusnya. Pemimpin Cabang PT Dharma Lautan Utama, Hendroyono ST di lokasi evakuasi korban di Pasar Samuda memastikan, pihaknya siap menangani para penumpang agar bisa sampai tujuan masing-masing. "Kami telah menyiapkan armada pengganti untuk mengangkut para penumpang ke Sampit," jelasnya.

MEGAWATI TAGI JANJI PENDUDUK

Kampanye Membeludak, tapi Tak Bisa Menangkan Jadi PresidenSURABAYA - Kekalahan perolehan suara di daerah yang dianggap menjadi basis PDI Perjuangan pada Pilpres 2004 masih membekas bagi Megawati Soekarnoputri.

Karena itu, dalam deklarasi pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur dari PDIP, Sutjipto-Ridwan Hasjam, ketua umum DPP PDIP itu menagih janji pemenangannya.

"Mana komitmennya? Dulu waktu kampanye saja terlihat banyak yang datang, tapi ternyata tidak bisa mengusung saya menjadi pemimpin nomor satu di negeri ini. Sekarang saya ganti tagih janji kepada kalian semua," ujarnya di hadapan 50 ribu pendukung PDIP di Gelora 10 November Surabaya.
Mega juga mempertanyakan dukungan massa yang dulu terlihat getol mengusung dirinya saat pilpres. "Masyarakat yang mengelu-elukan saya, mana buktinya kalau mendukung saya? Kalau mau pilih saya, ya monggo pilih," katanya.Untuk diketahui, pada 2004, Megawati yang saat itu presiden incumbent maju kembali berpasangan dengan Hasyim Muzadi sebagai cawapres.

Tapi, melalui pilpres tersebut, Megawati kalah bersaing dari Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.Istri Taufiq Kemas itu berharap kejadian tersebut tidak terulang pada 2009. Dia berharap pencalonannya sebagai presiden lima tahun mendatang didukung penuh oleh masyarakat.

"Saat ini, saya melihat antusiasme rakyat dari hari ke hari tidak bertambah baik, tapi justru menurun. Banyak yang tidak menggunakan hak pilihnya," tegasnya.Mega menyatakan, tindakan tersebut akan sangat merugikan. Sebab, model pemilihan pemimpin saat ini adalah pilihan langsung. Karena itu, satu suara akan berpengaruh terhadap hasil pemenangan. "Seharusnya rakyat menggunakan hak pilihnya, tidak hanya diam.

Rakyat ikut bertanggung jawab menentukan siapa yang bisa dijadikan pemimpin mereka ke depan," ungkapnya.Menurut dia, berjalannya reformasi berasal dari dukungan rakyat. Jadi, jika banyak yang tidak mencoblos saat pemilihan presiden mendatang, reformasi tidak akan berjalan.

Dengan tidak mencoblos, kata Mega, hal itu menandakan tidak ada lagi semangat kebangsaan. Menurut dia, tidak mencoblos merupakan hak perorangan, bukan hak warga negara atau warga bangsa.

"Kalau ada yang bilang reformasi gagal, saya tegaskan lagi bahwa itu salah. Reformasi tetap terus berjalan. Hanya, harus didukung. Pilihan langsung itu tanda reformasi," ujarnya.Selain menegaskan sikapnya kepada para pemilih, Mega menyoroti kinerja perangkat desa, terutama pengurus RT dan RW.

"Lha RT/RW-nya malas kirim surat pemberitahuan atau sosialisasi, akhirnya banyak warga yang tidak tahu saya di sini," katanya lantas tersenyum.Dalam deklarasi tersebut, Mega juga mengajak seluruh simpatisan untuk meminta kartu tanda pemilih maksimal dua minggu sebelum pencoblosan, sehingga mereka masih mempunyai waktu untuk memperbaiki. "Kalau mau pilih, pilih saya, jangan lupa," tegasnya.

KEBANGKITAN BANGSA,BANGKIT UNTUK BANGSA SEABAD

Pawai hari kebangkitan nasional


KEBANGKITAN NASIONAL: Emha Ainun Najib dan Kiki Syahnarki saat memberikan pandangan tentang 100 Tahun Kebangkitan Nasional.

JAKARTA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid menyatakan, 100 Tahun Kebangkitan Nasional merupakan momentum yang tepat untuk menentukan arah perubahan bangsa. Menurut dia, bangsa Indonesia sebenarnya bangsa yang hebat. Bahkan, Indonesia pernah menjadi guru bagi bangsa lain.

Namun, dalam perjalanannya, peran guru ini justru dilampaui oleh bangsa lain sebagai muridnya. ”100 tahun merupakan momentum yang tepat untuk perubahan,” tandas Hidayat ketika membuka seminar nasional 100 Tahun Kebangkitan Nasional dengan tema ”Bangkitlah Negeriku, Harapan Itu Masih Ada” kemarin di Jakarta.
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini mengungkapkan, beberapa kemerosotan Indonesia dibandingkan negara lain terlihat jelas. Dia mencontohkan perkembangan Malaysia yang kini lebih maju dibandingkan Indonesia.

Malaysia, ujar dia, dulu meminta Indonesia untuk mengirimkan guru untuk mengajar di sana. Namun, ironisnya saat ini Malaysia justru menjadi lumbung tenaga kerja Indonesia. Selain itu, dulu Malaysia belajar mengelola tambang minyak dari Pertamina. Kini, Malaysia memiliki Petronas dengan menara kembarnya.
”Sedangkan pertamina belum memiliki apa-apa,” ujarnya. Parahnya lagi, Indonesia pun tertinggal jauh dengan Vietnam yang baru beberapa tahun merdeka. Dulu, menurut Hidayat, Vietnam mengimpor beras dari Indonesia, sekarang justru sebaliknya.

”Padahal, negara kita terkenal dengan negara agraris,” tandasnya. Beberapa kemerosotan Indonesia juga terlihat dari prestasi di bidang olahraga yang kian menurun. Hidayat mencontohkan Korea Selatan yang dulunya belajar bulu tangkis di sekolah atlet di Ragunan. Namun, kini Indonesia justru dikalahkan Negeri Ginseng tersebut di depan publik sendiri. ”Itu artinya sebagai guru kita berhasil,” katanya.

Hal senada diungkapkan budayawan Emha Ainun Nadjib. Menurut dia, 100 Tahun Kebangkitan Nasional merupakan momentum yang tepat untuk melakukan perubahan. ”Kita sedang dihadapkan pada gerbong sejarah yang luar biasa.
Gerbong perubahan ini mau tidak mau akan terjadi. Kita akan membangun peradaban baru dan ini tahun yang tepat untuk memulai perubahan peradaban itu,” kata Cak Nun––panggilan akrab Emha Ainun Nadjib.

Cak Nun mengatakan, bukan hanya harapan yang masih ada, tapi Indonesia juga memiliki kemampuan yang luar biasa untuk bangkit dan mendapatkan pengaruh di dunia internasional. ”Masalahnya, saat ini kadang kita lebih unggul dari malaikat dan di lain waktu bisa lebih unggul dari iblis. Ini pekerjaan rumah buat kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Djoko Santoso justru menilai, selama satu abad Kebangkitan Nasional telah terjadi kelunturan militansi dan jati diri bangsa.

”Kita masih menghadapi permasalahan itu, perlu sama-sama bekerja keras memperkokoh militansi bangsa serta memegang teguh jati diri dan kultur bangsa,” tandas Panglima Djoko Santoso di Jakarta kemarin.
Menurut dia, Indonesia saat ini dihadapkan pada tantangan globalisasi, kondisi ketahanan, pertahanan dan keamanan nasional yang menunjukkan adanya kerawanan. Kerawanan itu adalah gejala menurunnya nasionalisme dan wawasan kebangsaan.

”Hal itu ditandai dengan mulai memudarnya pola-pola hidup solidaritas, gotong-royong, musyawarah untuk manfaat, dan sebagainya yang selama ini menjadi kekuatan pembangunan bangsa,” tandas mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini.

Gus Dur: Muhaimin Kampanye Untuk Golkar


Laporan wartawan Persda Network Hadi Santosa

JAKARTA, MINGGU - Di saat kisruh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memasuki masa mediasi di pengadilan, bukannya mendingin, suasana malahan memanas. Adalah pernyataan Ketua Dewan Syuro PKB hasil Muktamar Luar Biasa (MLB) Parung, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang ikut memanaskan.

Saat memberikan sambutan dalam acara forum silaturrahmi FKB DPR/DPRD se-Indonesia di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Gus Dur mengatakan bahwa Muhaimin Iskandar, Ketua Dewan Tanfidziyah versi MLB Ancol yang juga keponakannya, telah berkampanye untuk Partai Golkar.

"Tadi pagi, Muhaimin Iskandar kampanye untuk Golkar," ujar Gus Dur, yang langsung disambut tawa oleh peserta acara tersebut.

Gus Dur lalu menceritakan bahwa dirinya baru saja pulang dari Kalimantan Timur untuk ikut mendukung kampanye calon yang diusung PKB berkoalisi dengan PKS, Achmad Amins dan Handy Mulyadi.

Mantan presiden RI itu juga menyebut, Muhaimin Iskandar yang juga wakil ketua DPR, dan Ketua DPR Agung Laksono melakukan lawatan ke Balikpapan dalam rangka menghadiri kampanye calon Gubernur Kalimantan Timur yang diusung Partai Golkar, Jusuf SK-Luther Kombong (Julu). "Sudah ketauan belangnya. Masa kampanye untuk orang lain," lanjut Gus Dur.

Yenny: Presiden Harus Tegur Lukman Edy


JAKARTA, MINGGU - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan KH Abdurrahman Wahid kembali melontarkan serangan kepada dua wakil mereka yang duduk di kabinet. Setelah menyebut bahwa Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy dan Menteri Tenaga Kerja, Erman Soeparno bukan mewakili PKB. Kali ini, PKB Gus Dur kembali bersuara keras.
Sekjen PKB versi Gus Dur, Yenny Wahid, menuding Lukman Edy yang juga Sekjen PKB pimpinan Muhaimin Iskandar, telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai seorang menteri.
Tudingan itu dimunculkan Yenny setelah PKB kubu Muhaimin mengirim surat faksimile himbauan melarang anggota DPR/DPRD dari PKB datang ke acara silaturrahmi yang diselenggarakan PKB Gus Dur. Kabarnya, surat faksimile itu dikirim lewat kantor Kementrian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).

"Itu dibuktikan dengan tulisan PDT di surat faksnya. Ada teman DPRD yang tadi menunjukkannya pada saya," ujar Yenny di sela-sela acara forum silatuurahmi FKB DPR/DPRD se-Indonesia dan Munas Alim Ulama & Halaqah Kebangsaan Seabad Kebangkitan Nasional, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Minggu (18/5).

Yenny mengatakan sikap mengirim surat yang di fax dari kantor kementerian PDT itu disebutnya sebagai preseden yang tidak baik bagi PKB. "Karena mereka mengaku sebagai kader PKB. Ini pencintraanyang jelek bagi PKB. Jangan sampai nama PKB dirusak seolah-olah PKB ini orang-orangnya menggunakan fasilitas negara bagi kepentingan partai. Karena itu kami akan protes keras," ujar pemilik nama Zannubah Arrifah Chofsoh itu.

Yenny yang juga Direktur The Wahid Institute ini menegaskan bahwa pihaknya juga akan mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil tindakan. "Perlulah Pak SBY menegur menterinya yang seperti itu. Kita ini perlu disiplin. Dari dulu PKB di bawah arahan Gus Dur selalu menekankan agar tidak terjadi conflict of interest (benturan kepentingan). Ini nilai/aturan yang kita ikuti. Jadi kalau pak Lukman Edy seperti itu tentunya jadi pertanyaan", pungkas dia.

Saat Persda Network mengkonfirmasi kabar itu ke Lukman Edy, ketua panitia MLB Ancol itu tidak bisa dihubungi. Ponselnya tidak aktif.