Wednesday, July 23, 2008

GARA-GARA 100 RINGGIT LILI MENJADI PEMBUNUH

Anak Muda yang dulunya baik dan pendiam, mempunyai muka yang serius akhirnya jadi pembunuh gara-gara tidak di bayar gajinya sebanyak Rm 100 seratus ringgit oleh Tuan yang punya rumah ,apa bilah telah selesai membuat pekerjaan di rumahnya.

Lili Ardi Sinaga 25 tahun WNI asal Sumut yang datang ke negara tetangga ini untuk bekerja akhirnya harus mendekap di penjara Sungai Bulu Selangor, apabilah Hakim Pengadilan Tinggi (1) Shah Alam menjatuhkan hukuman penjara 12 tahu dari pada di tangkap oleh polisi.

Lili melakukan pembunuhan terhadap Warga Malaysia KHAIRUN BEE BINTI SHARIF umur 58 tahun ,pada 21/02/05 ,antara jam 3.50 sore s/d 6.15 sore ,di rumah nomer 26 ,Jlan Seroja 1/1 Sungai Buloh Kuala Selangor Darul Ehsan.

Fakta Kasus

1.Pada 21 /02/05 jam 1.30 sore anak si mati umur 15 tahun ,telah pulang ke rumahnya dan ketemu dengan si mati yang kemudian menyediakan makanan dan membantu membaiki sepedanya yang rosak.kemudian anak si mati pergi kesekolah pada jam 3.15 sore

2.Simati menghubungi terdakwa untuk datang memperbaiki paip air yang rosak di rumah itu.Apabilah selesai membaiki paip,terdakwa meminta bayaran sebanyak Rm 100.00,tetapi si mati tidak mahu membayarnya gajinya karena harganya terlalu tinggi.

3.Terdakwa terus marah dan menumbuk si mati di leher dan muka sehingga simati jatuh ke lantai.terdakwa menumbuk lagi sehingga si mati tidak terdaya meskipun ingin melawan.terdakwa kemudian mengambil kabel kipas dan menjeretnya leher si mati hingga mati.terdakwa mengambil barang-barang si mati seperti HPnya ,dua gelang tangannya dan kalung si mati dan itu di sahkan oleh anak simati.

3.Pada waktu kejadian apabilah anak si mati pulang ke rumah jam 6.15 sore ,dia telah ketemu ibunya terlentang di lanti rumahnya berkenaan dengan keadaan kabel kipas terjerat di leher si mati dan darah keluar dari mulut si mati.dan anaknya mendapati barang-barang ibunya sudah tidak ada lagi.

4.Pda 22/02/05 ,terdakwa di tangkap oleh polisi Kapar Klang dan barang-barang kepunyaan si mati juga jumpai denagn terdakwa.

Pada mulanya terdakwa di jerat dengan pasal 302 ganjaranya gantung sampai mati,tetapi terdakwa sangat bernasib baik apa bilah jaksa penuntut umum telah menggantikan dengan dakwaan pasal 304 a ganjaranya 20 tahun penjara dan membayar denda.Terdakawa mengaku bersalah ke atas dakwaan yang telah di ganti oleh pihak jaksa penuntut umum.

Terdakwa di wakili oleh pengacara yang di lantik oleh Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur Bastian Cha.dalam rayuannya pengacara terdakwa mohon dengan Hakim agar memberikan diskaun kepada terdakwa,karena terdakwa masi muda dan untuk meneruskan kehidupannya , juga mempunyai tunang dan juga menanggung kedua orang tuan yang sudah tuan di indonesia.

Dalam proses persidangan selama 2 hari di pengadilan tinggi Shah Alam teman-teman Lili datang menyaksikan persidang itu,teman-teman Lili ada yang datang dari Johor Bharu dan ada juga yang datang dari Klang Selangor.

Selepasa persidangan saya ada bertanya ke pada beberapa teman Terdakwa yaitu Rian yang juga warga NTT.beliau mengatakan bahwa Lili adalah anak yang baik dan juga rajin bekerja.menurut tetangga Lili yang namanya tidak mahu di sebut, Lili adalah tulang belakang keluarganya.dia selalau ingat dan patuh kepada kedua orang tuanya,karena beliau adalah anak pertama katanya temannya yang tidak ingin disebut namanya itu.

Menurut Rian lagi ,si Lili sangat beruntung apa bilah jaksa penuntut umur menggatikan dakwaan dari pasal 302 ke pasal 304A,ini berarti Lili harus mendekap selama 8 tahun di penjara,semuga apa bila keluar dari penjara nanati Lili betul-betul insaf dan bertaubat atas perbuatannya itu,dan juga saya ingin menghubungi keluarganya nanti ,kata Rian lagi.(24/07/08)


No comments: