Saturday, April 16, 2011

Seorang TKI di Yordania Disiksa Hingga Buta

Salam:coba perhatikan foto tki ini apa salah mereka,tki tersebut di beritakan di siksa oleh majikannya seperti yang di lansir oleh detik.com di bawa ini.

Mereka bukan hamba,mereka buka abdi tapi seorang manusia yang menjalankan tanggung jawab sebagai pekerja untuk mencari rejeki di bumi ini.Adilkah kalau begini,ini manusia bukan hewan,hewanpun sekali tidak boleh di ginikan..majikan seperti ini harus segera di heret ke pengadilan,mereka harus di hukum dengan hukuman yang bersesuayan dengan undang-undang di negara mereka....apa majikan itu sudah tidak punya sifat kemanusian,amit amit sampai buta begini sedangkan mereka juga hamba Allah di atas bumi.

Berita Terkait

Jakarta - Seorang TKI bernama Nurul Ahmad Lukman disiksa majikannya hingga buta sebelah. TKI malang ini juga tidak menerima gajinya selama 3 tahun.

Kisah soal Nurul ramai diberitakan di Surat Kabar Yordania. Salah satunya adalah elarablyawm, harian berbahasa Arab di Yordania. Demikian disampaikan seorang mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Yordania, Muhammad Jalil, kepada detikcom, Kamis (16/4/2011).

Situs elarablyawm.net menulis Nurul, berhasil keluar dari cengkraman majikan yang kerap menyiksanya. Dia melarikan diri ke KBRI, Rabu (14/4).

Nurul sudah berkerja dengan majikannya selama 4 tahun. Sejak 18 bulan terakhir, dia menjadi sasaran penyiksaan majikannya. Penyebabnya sepele, hanya karena memecahkan piring.

Gadis berusia 25 tahun ini diperlakukan seperti binatang. Kakinya dirantai jika tidak berkerja dan kembali dilepas apabila ada kerjaan. Dia bekerja dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam tanpa ada hari libur.

"Dia kerap disiksa dengan tongkat besi, pisau dan martil bahkan disiram air mendidih, yang membuat sekujur tubuhnya penuh dengan darah dan luka-luka serta harus kehilangan fungsi mata sebelah kanannya," demikian ditulis elarablyawm.net.

Dalam kontrak, Nurul dijanjikan akan dibayar 100 US$ setiap bulannya. Namun sudah tiga tahun terakhir, dia tidak menerima gajinya.

Selama bekerja, Nurul selalu hidup dalam ketakutan. Dia pun putus kontak dengan keluarganya di tanah air. Akhirnya, karena tidak tahan, Nurul yang terluka berhasil melarikan diri ke KBRI.

No comments: