Friday, July 24, 2009

Hayono, Marzuki, dan Anas Kandidat Kuat Ketua DPR

JAKARTA (jpos)- Kursi ketua DPR menjadi hak Partai Demokrat sebagai peraih kursi terbanyak dalam pemilu legislatif.

Sejumlah nama kader partai itu yang akan menempati pucuk pimpinan di Senayan pun mulai beredar. Setidaknya, ada delapan nama yang berpotensi.

Mereka adalah Sekjen DPP Partai Demokrat Marzuki Alie (dapil DKI III), Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR periode 2004-2009 Syarief Hasan (Jabar III), Ketua Bapilu Mayjen TNI (pur) Yahya Sacawiria (dapil Jabar XI), dan Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum (dapil Jatim VI).

Ada juga Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik (dapil Bali), Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Taufiq Effendi (dapil Kalsel I), Ketua Komisi II DPR periode 2004-2009 E.E. Mangindaan (dapil Sulut), dan Ketua DPP Partai Demokrat Mohammad Jafar Hafsah (dapil Sulsel II).

Lantas, siapa yang paling masuk hitungan? ''Semua pasti akan dipertimbangkan. Ini yang sekarang tengah dibicarakan di internal kami,'' kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok kepada Jawa Pos di Jakarta kemarin (24/7).

Meski begitu, dari kabar yang berkembang, ada tiga alternatif nama yang sudah mulai menguat. Mereka adalah Hayono Isman, Marzuki Alie, dan Anas Urbaningrum.Sewaktu dikonfirmasi, Anas enggan berkomentar banyak.

Menurut dia, penentuan siapa yang diamanati jabatan ketua DPR merupakan wilayah DPP Partai Demokrat. Setiap kader yang baik, imbuhnya, harus mematuhi garis kebijakan partainya.

''Saya percaya Ketua Dewan Pembina (SBY, Red) dan Ketua Umum (Hadi Utomo, Red) akan menetapkan yang paling tepat,'' kata mantan Ketum PB HMI itu. ''Yang pasti, Partai Demokrat tidak kesulitan stok,'' tegasnya.

Sebaliknya, Hayono Isman sejak jauh-jauh hari, bahkan sebelum hari pemungutan suara pemilu legislatif 9 April lalu, mengakui memang punya keinginan mengejar posisi ketua DPR. Dia sama sekali tidak berminat masuk ke kabinet sekalipun ada tawaran.Hayono merasa jabatan ketua DPR sangat strategis untuk ikut membantu meringankan tugas SBY di pemerintahan mendatang. '

'Tapi, yang jelas, ini kan belum menjadi keputusan Partai Demokrat. Makanya, saya akan tanya bagaimana petunjuk partai,'' kata Menpora di era Soeharto itu.Bagaimana dengan Marzuki Alie? ''Orang menilai, kuat enggak-nya, saya nggak tahu. Yang jelas, ini bukan ambisi pribadi. Tapi, penugasan partai,'' katanya. Bila partai sudah memutuskan, imbuhnya, semua kader Partai Demokrat harus siap. (pri/tof)

No comments: