Thursday, July 30, 2009

Malaysia Airlines Luncurkan ASEAN Pass


MEDAN (Berita): Untuk menarik turis mancanegara, Tourism Malaysia mengajak Malaysia Airlines membuat gebrakan baru dengan peluncuran ASEAN Pass yakni promosi perjalanan mengelilingi negara-negara ASEAN dengan hanya 229 dolar AS atau sekira Rp2,4 juta per orang.
“Para pelancong dapat berhemat lebih dari 50 persen dengan menggunakan ASEAN Pass ini,” kata Noor Azman Samsudin, Direktur Tourism Malaysia di Medan kepada wartawan di Traders Jalan S Parman Medan Rabu [29/07] siang. Saat itu dia diampingi Distrik Manager Malaysia Airlines di Medan Foo Ie Nee dan Drg Airin dari Sime Darby Medical Centre Subang Jaya, Malaysia.

Sampai pertengahan 2009, kata Azman, Malaysia sudah berhasil menjaring wisatawan mancanegara sebanyak 11.346.544 pengunjung. Begitupun tidak membuat Malaysia besar kepala, karena Malaysia dengan Tourismnya terus melancarkan aksinya untuk mengundang wisatawan berkunjung ke negara yang terkenal sebagai ’surga Asia’ ini.

Kehadiran ASEAN Pass menurut Azman, untuk memanjakan para pelancong yang ingin menikmati keindahan negara-negara ASEAN cukup dengan hanya membayar Rp2,4 juta untuk kelas ekonomi dan Rp7,6 juta untuk kelas bisnis. Negara ASEAN yang dapat dikunjungi adalah Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, Indonesia, Philipina, Kamboja, Laos dan Vietnam.
Promosi dari maskapai penerbangan nomor satu di Malaysia ini juga amatlah mendukung kepariwisataan negara-negara ASEAN.

“Masyarakat memiliki kesempatan untuk melihat keindahan negara-negara ASEAN hanya dengan biaya sangat hemat,” kata Noor Azman.

Menurut dia, apa yang sudah dilakukan dalam promosi Malaysia ke seantero dunia belumlah maksimal.
Oleh karena itu Malaysia akan terus menciptakan sesuatu yang baru dan fantastis tanpa diduga-duga dan menjadi trendsetter untuk dunia.
Hal ini ia dapati saat mengikuti Overseas Director Meeting pada minggu lalu di mana seluruh Direktur Tourism Malaysia yang berada di penjuru dunia berkumpul dalam satu meeting besar yang memutuskan tentang kesediaan, kecepatan dan kesediaan program yang lebih mengutamakan Key Performance Index (KPI).
Hal inilah yang membuat Noor Azman menggandeng Malaysia Airlines untuk mempromosikan surga Asia lainnya.

Foo Ie Nee menambahkan ASEAN Pass diresmikan oleh Menteri Pariwisata Malaysia Dr Ng Yen Yen yang diwakili Sekretaris Jenderal Dato’ Dr Ong Hong Pang di Kuala Lumpur pada Selasa, 28 Juli 2009. Promosi ini mendapat sambutan sangat meriah oleh masyarakat dunia. Sebab di zaman yang serba irit sekarang, Malaysia Airlines bersama dengan Tourism Malaysia berhasil menciptakan kesatupaduan yang menakjubkan.

Walau harga tiket murah, namun menurut Foo Ie Nee, pihaknya tidak menurunkan mutu Malaysia Airlines. Sebab maskapai ini tetap komit dengan mutu terbaik dan harga hemat. “Malaysia Airlines tetap dipilih dan dipercaya masyarakat menuju surga ASEAN lainnya,” kata Foo Ie Nee.

Dengan harga Rp2,4 juta itu, jelas Foo, penumpang memperoleh empat kupon. Artinya, Medan-Kuala Lumpur (1 kupon). Kuala Lumpur-Philipina (1 kupon), Philipina-Kuala Lumpur (1 kupon) dan Kuala Lumpur-Medan (1 kupon). Jadi bandingkan jika harga normal untuk pergi-pulang Medan-Kuala Lumpur-Philipina mencapai 454 dolar AS atau sekira Rp4,5 juta.

ASEAN Pass juga menguntungkan bagi yang akan mau berobat ke Malaysia. Misalnya, Medan-Kuala Lumpur (1 kupon). Sampai di sana, rupanya dokter menyarankan balik lagi empat hari kemudian, terpaksa pasien menunggu sampai emapt hai. Sedangkan pasien sudah memesan dan membeli tiket untuk sekalian pulang selama tiga saja di sana. Kalau menunggu lagi empat hari balik lagi ke Kuala Lumpur, maka otomatis tiket tersebut akan hangus, sebab tidak digunakan pada waktu yang ditentukan.

Jika menggunakan ASEAN Pass, jelasnya, maka tiket tidak akan hangus, sebab tiketnya dapat open date, boleh pulang kapan saja. ASEAN Pass juga berlaku selama tiga bulan sejak dibeli. Keuntungan ASEAN Pass antara lain banyak negara yang dikunjungi, dari sisi harga sangat murah, untuk sampai 50 persen lebih.

Menyinggung masalah flu babi (H1N1), Noor Azman mengatakan pariwisata Malaysia tidak terganggu. Buktinya, jumlah wisawatan mancanegara (wisman) yang datang terus bertambah. Pada Juni 2009, wisman yang berkunjung ke Malaysia mencapai 2.108.328 orang, meningkat 7,5 persen dibanding Juni 2008 sebanyak 1.961.355 orang.

Jika dikumulatifkan Januari-Juni 2009, maka Malaysia berhasil meningkatkan jumlah wisman sebanyak 11.346.644 turis mancanegara (kenaikan sebanyak 3,5 persen dibanding tahun 2008 sebanyak 10.953.120 orang. Jumlah ini merupakan jumlah yang fantastis untuk setengah tahun pertama ini.

Menurut Noor Azman, turis yang banyak berkunjung ke Malaysia tidak hanya dari Asia, namun juga dari Eropa. Terbukti dnegan jumlah pengunjuing meningkat setiap tahun. Pada Juni 2008, pengunjung yang ke Malaysia yakni Singapura 1.222.096 orang, Indoneszia 215.948 orang, Thailand 107.526 orang, Brunei 107.083 orang, China 58.351 orang, India 57.063 orang, Philipina 37,701 orang, Inggeris 37,701 orang. Namun ada juga turis yang datang ke Malaysia merosot tajam hingga 25 persen lebih.

Hal ini disebabkan oleh adanya suhu politik internal yang sedang melanda negara tersebut. Negara yang tergabung dalam 10 besar negara asal pengunjung terbayak ke Malaysia selama Januari-Juni 2009 adalah Singapura (6.139.965), Indonesia (1.26.681), Thailand (734.115) Brunei (657.174), China (466.685), India (289.184), Australia (230.117), Philipina (224.498), Inggeris (202.720) dan Jepang (183.222).

“Malaysia tetap mengantisipasi segala hal termasuk isu yang berkembang dan bagaimana membuat wisawatan akan merasa sangat nyaman saat datang dan kembali dari Malaysia,” (wie)