Monday, November 16, 2009

Rukyatul Hilal Penentuan Awal Dzulhijjah Diadakan Besok

Jakarta,
Rukyatul hilal penentuan awal bulan Dzulhijjah 1430 H akan diadakan Selasa (17/11) besok, bertepatan dengan 29 Dzulqa’dah 1430 H. Rukyat awal Dzulhijjah ini sangat penting untuk penentuan hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah.

“Sejak hari Ahad yang lalu kami telah menginstruksikan kepada Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) seluruh Indonesia untuk melakukan rukyat awal Dzulhijjah,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri kepada NU Online di Jakarta, Senin (16/11).

Menurut Kiai Ghazalie, Lajnah Falakiyah PBNU akan mengkoordinir pelaksanaan rukyat di sedikitnya 65 titik strategis di Indonesia. Hasil rukyatul hilal akan dilaporkan kepada para petugas di kantor Lajnah Falakiyah PBNU.

“Laporan akan di sampaikan kepada para petugas yang berada di kantor PBNU. Kami sudah membagi perwilayah. Jadi untuk wilayah tertentu akan dilaporkan kepada nomor tertentu yang telah ditunjuk agar bisa dikoordinir dengan baik. Kami juga akan jemput bola menanyakan hasil rukyatul hilal,” kata Kiai Ghazali.

Ia meminta para perukyat juga berkoordinasi dan bekerjasama dengan tokoh masyarakat setempat dan pihak-pihak terkait seperti Pengadilan Agama, karena secara teknis para perukyat yang berhasil menyaksikan hilal akan diambil sumpahnya oleh hakim pengadilan agama setempat.

Rukyatul hilal akan diadakan sore besok pada saat Matahari terbenam. Jika tidak terhalang mendung, kemungkinan besar hilal akan terlihat, karena posisi hilal sudah sangat tinggi mencapai 5 derajat di atas ufuk.

Data hisab dalam almanak PBNU yang disusul oleh Lajnah Falakiyah menunjukkan hilal pada saat Matahari terbenam pada akhir bulan Dzulqo’dah sudah mencapai ketinggian 5,39 derajat dan lama di atas ufuk mencapai 27 menit 40 detik.

Berdasarkan data itu maka awal Dzulhijjah diperkirakan akan jatuh pada 18 November 2009 karena hilal akan mudah dirukyat sehingga awal Dzulhijjah akan jatuh pada hari Rabu 18 November, kecuali jika terhalang cuaca.

“Sekarang ini memang sudah memasuki musim hujan. Kita berdoa saja semoga berhasil. Kami juga mengimbau para perukyat melakukan shalat hajat terlebih dahulu sebelum berangkat ke medan rukyat,” kata Kiai Ghazalie. (nam) nu.online

No comments: