Tuesday, May 6, 2008

Meredam Dampak Kenaikan BBM, Miskin Dijatah Rp 1,2 Juta dan Sembako Setahun

Wednesday, 07 May 2008
Jakarta--Untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang bakal dilakukan dalam waktu dekat, pemerintah kini sedang menyiapkan program kompensasi bagi keluarga miskin (gakin).


Beda dengan program kompensasi sebelumnya, kali ini selain mendapat uang tunai dan beras (raskin), gakin juga akan mendapatkan paket sembako lainnya. Misalnya gula, minyak goreng dan tepung terigu.

Oleh karena itu, pemerintah menyebut program pengentasan kemiskinan terkait kenaikan harga BBM ini sebagai Bantuan Langsung Tunai (BLT) Plus.

Menurut Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, dana yang dialokasikan pemerintah untuk BLT Plus ini mencapai Rp 35 triliun.

"Kita sekarang sedang kaji kenaikan BBM sebesar 20 persen, 25 persen, dan 30 persen. Kalau kenaikannya 30 persen, kita akan dapat dana dari penghematan subsidi BBM sebesar Rp 35 triliun," jelas Paskah usai pembukaan acara Musyarawah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta, Selasa (6/5).

Untuk jumlah gakin yang berhak atas BLT Plus, kata Paskah, pemerintah masih mendasarkan pada data kemiskinan milik BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2005.

Yaitu sebanyak 19,1 gakin.“Sebetulnya telah terjadi penurunan penduduk miskin dari 17,75 persen (dari total penduduk Indonesia) menjadi 16,75 persen pada 2006.

Tapi, kita tetap berpatokan pada jumlah gakin 2005,” ucap Paskah.Dalam program BLT Plus itu, setiap gakin akan menerima paket bantuan uang tunai sebesar Rp 100.000 per bulan (atau Rp 1,2 juta setahun), raskin, serta tambahan sembako lainnya seperti minyak goreng, gula, dan tepung terigu.

"Bersabar saja, dalam dua minggu ini kita akan umumkan mekanisme penyaluran BLT Plus itu seperti apa. Juga soal jadwalnya kapan, tunggu saja. Tapi yang jelas ini disalurkan 2008 dan 2009," kata Paskah.

Ditargetkan pemerintah, penyaluran BLT Plus ini akan berbarengan dengan kenaikan harga BBM, yang diperkirakan paling lambat 1 Juni 2008 ini.Untuk mencegah salah sasaran, pola penyaluran uang tunai tetap melalui kantor pos seperti tahun 2005. Sedangkan untuk raskin dan sembako lainnya, masih belum ditentukan pola penyalurannya.

Tapi, jika mengacu pada pengalaman sebelumnya, bantuan tersebut akan dibagi oleh desa/kelurahan bekerjasama dengan RW/RT di bawahnya. Korban Pertama Anti BBMSementara itu, meski kenaikan harga BBM masih baru sebatas rencana, seorang polisi sudah jadi korban demo anti kenaikan harga BBM.

Seorang anggota Reserse Polresta Makassar Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), kemarin terkapar di aspal setelah sebuah lemparan batu besar tepat mengenai batang hidungnya.Darah mengucur deras dari hidung korban yang tertelungkup di aspal, di tengah kerusuhan menyusul unjuk rasa mahasiswa yang menolak rencana kenaikan BBM.

Hampir lima menit, anggota kepolisian berpakaian preman itu pingsan, sebelum dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan.Seorang rekannya, AKP Yakob Mone yang berpakaian dinas juga luka di kepala akibat lemparan batu. Sedangkan dari kalangan mahasiswa, sedikitnya lima orang luka-luka terkena pentungan dan lemparan batu petugas. Lima mahasiswa lainnya ditangkap dan dibawa ke markas Polresta Makassar Timur.

Insiden berdarah itu terjadi menyusul bentrok polisi dengan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar yang berdemo menolak kenaikan harga BBM di depan kampus mereka di Jl. Sultan Alauddin Makassar.

Pada awalnya, aksi unjuk rasa berjalan lancar dengan diwarnai pembakaran ban bekas seperti yang biasa dilakukan bila mahasiswa berdemo di tempat itu.

Situasi berubah kisruh ketika mahasiswa menghengtikan mobil tangki pengangkut BBM yang melintas di lokasi unjuk rasa. Mahasiswa menempeli mobil itu dengan poster-poster kecaman terhadap pemerintah yang akan menaikkan harga BBM.

Akibatnya, Jl Sultan Alauddin yang menjadi poros ekonomi penting di Sulsel macet total. Polisi kemudian menghalau mahasiswa yang menyandera mobil tersebut.

Polisi juga berupaya memadamkan kobaran api yang membakar ban bekas dan mengepulkan asap hitam di tengah jalan.

Tindakan polisi itu mendapat perlawanan mahasiswa, sehingga bentrok tidak terelakkan. Aksi saling lempar terjadi sebelum polisi mendesak mahasiswa masuk ke dalam kampus dan menangkap lima orang di antaranya.

No comments: